Pembangunan gedung DPR di Ibu Kota Nusantara (IKN) disebut telah mencapai sekitar 10 persen. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan progres itu usai rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Basuki mengatakan pekerjaan fondasi proyek sudah bergerak di lapangan. “Sekarang sekitar 10 persenan. Semua sudah jadi, sudah mulai tiang pancang,” ujarnya.
Target rampung akhir 2027
Menurut Basuki, kawasan perkantoran legislatif dan yudikatif di Nusantara ditargetkan selesai pada akhir 2027 agar proses pemindahan lembaga negara bisa dilakukan bertahap. Kesiapan hunian dan fasilitas pendukung, kata dia, tetap menjadi faktor penting sebelum operasional penuh dimulai.
“Iya, bisa. Akhir 2027 harapannya. Tapi kan huniannya belum selesai,” kata Basuki.
Tambahan anggaran untuk mengejar target 2028
Dalam rapat yang sama, Otorita IKN juga mengusulkan tambahan anggaran Rp3,2 triliun untuk 2026 dan Rp15,5 triliun untuk 2027 guna mengejar target menjadikan Nusantara sebagai ibu kota negara pada 2028. Usulan anggaran itu sebelumnya juga menjadi sorotan dalam laporan Kata IKN.
Basuki menjelaskan kebutuhan pembangunan kawasan legislatif, yudikatif, dan ekosistem pendukungnya hingga 2028 mencapai Rp48,8 triliun. Total kebutuhan itu dibagi ke dalam tiga batch, mulai dari pembangunan jalan dan multi utility tunnel, gedung MPR-DPR-DPD serta lembaga yudikatif, hingga hunian vertikal dan landed bagi pimpinan serta staf.
Fase konstruksi melanjutkan desain kawasan legislatif
Perkembangan terbaru ini melanjutkan fase perencanaan yang sebelumnya sudah ditandai dengan penetapan desain kawasan legislatif dan yudikatif. Pada April lalu, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menandatangani desain kawasan tersebut dan Otorita IKN mulai menyiapkan lahan gedung parlemen, seperti dilaporkan dalam arsip Kata IKN.
Dengan progres fisik yang sudah masuk tahap tiang pancang, proyek gedung DPR di IKN kini menjadi salah satu penanda penting pergeseran pembangunan Nusantara dari fase desain menuju konstruksi lapangan.
Informasi rapat dan pernyataan Basuki merujuk pada laporan tvOne dan penguatan informasi dari Akurat.co.




























