Nusantara, 11 Juli 2026 — Otorita IKN mengaktifkan fitur panic button di aplikasi IKNOW untuk mempercepat laporan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Skema itu diperagakan dalam simulasi pemadaman karhutla di Helipad MBH, KIPP IKN, Jumat (10/7/2026).
Lewat fitur itu, warga dapat mengirim laporan secara real time ke Nusantara Command Center agar petugas segera memverifikasi dan berkoordinasi dengan polisi kehutanan serta pemadam kebakaran.
Respons cepat saat kemarau
Otorita IKN menyiapkan sistem peringatan dini karena musim kemarau dan fenomena El Niño 2026 meningkatkan risiko kebakaran. Selain laporan digital, tim juga memakai drone thermal untuk mendeteksi titik api di area yang sulit dijangkau.
Basuki Hadimuljono mengatakan, “Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara.”
Kolaborasi lintas lembaga
Simulasi ini melibatkan BPBD Kaltim, BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Kementerian Kehutanan, badan usaha, hingga masyarakat. Otorita IKN juga menguatkan peran Desa Tangguh Bencana dan Kelompok Masyarakat Peduli Api sebagai bagian dari pencegahan dini karhutla.
Untuk berita IKN lainnya, baca IKN Terkini. Rincian simulasi karhutla dan fitur IKNOW dapat dilihat di Kompas.com.




























