Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebut realisasi investasi di kawasan IKN Nusantara sudah mencapai Rp72,39 triliun hingga Mei 2026. Data itu menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tetap bergerak di tengah perdebatan soal status ibu kota yang belum sepenuhnya rampung.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara OIKN Troy Pantouw, Selasa (19/5/2026). Ia mengatakan angka itu menjadi sinyal bahwa minat investor belum surut.
“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia,” ujar Troy Pantouw.
Swasta domestik masih dominan
OIKN menyebut 64 perjanjian kerja sama (PKS) telah tercatat, dengan investasi swasta murni senilai Rp60,29 triliun. Sisanya, Rp12,10 triliun, berasal dari fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga.
Dilihat dari sektor yang masuk, aliran modal itu tersebar ke hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial. Artinya, investasi yang masuk tidak hanya mengejar proyek fisik, tetapi juga fondasi kota yang dituju untuk beroperasi lebih lengkap.
Sinyal pembangunan tetap jalan
Di level kebijakan, angka investasi ini memperlihatkan bahwa pembangunan IKN masih memiliki daya tarik bagi pelaku usaha. Untuk pembaruan seputar kawasan ibu kota baru, pembaca juga bisa mengikuti berita IKN Terkini.
Rincian laporan awal dapat dibaca di tautan ini.


























