Kata IKN — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menempatkan Mangrofest 2026 sebagai salah satu momen penting untuk memperkuat agenda rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya mengejar infrastruktur, tetapi juga menjaga ekosistem pesisir yang menjadi penyangga kota hutan Nusantara.
1.100 hektare disiapkan untuk mangrove
Dalam kerangka program tersebut, OIKN menyiapkan sekitar 1.100 hektare lahan untuk pengembangan mangrove. Langkah ini penting karena mangrove berfungsi menahan abrasi, menjaga kualitas air, sekaligus mendukung target pengurangan emisi dan pemulihan lingkungan di sekitar kawasan IKN.
Fokus pada Kaltim dan kawasan penyangga
Program mangrove di Kaltim juga memberi dampak langsung bagi wilayah penyangga IKN, termasuk pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim dan tekanan pembangunan. Dengan pendekatan ini, Mangrofest 2026 diposisikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan dorongan nyata untuk memperluas ruang hijau, edukasi lingkungan, dan partisipasi publik.
Bagian dari kota hutan Nusantara
Jika dijalankan konsisten, program ini bisa memperkuat identitas IKN sebagai kota hutan yang memadukan pembangunan, konservasi, dan keberlanjutan. Publik juga dapat memantau pembaruan resmi terkait pembangunan Nusantara melalui situs OIKN.
Baca juga: Pergub Kaltim Petakan 1.579 Km Rel, Akses APT Pranoto ke IKN Masuk Rencana
Program seperti ini memperlihatkan bahwa agenda IKN tidak berhenti pada bangunan dan jalan, tetapi juga pada pemulihan lanskap, perlindungan pesisir, dan kesiapan lingkungan jangka panjang. Pada Jumat (1/8/2026), Mangrofest 2026 menjadi penanda bahwa ekosistem mangrove tetap masuk dalam prioritas penting pembangunan Nusantara.



























