Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN TerkiniKaltim

Otorita IKN Sediakan Empat Tower Khusus untuk 716 Pekerja Perempuan di HPK

5
×

Otorita IKN Sediakan Empat Tower Khusus untuk 716 Pekerja Perempuan di HPK

Sebarkan artikel ini
Pekerja perempuan di Hunian Pekerja Konstruksi IKN
Pekerja perempuan di Hunian Pekerja Konstruksi IKN, ilustrasi laporan Otorita IKN tentang empat tower khusus perempuan.

KATAIKN.COM, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan empat tower khusus perempuan di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) 2, KIPP Nusantara, untuk meningkatkan keamanan, privasi, dan kenyamanan para pekerja perempuan yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru. Kebijakan ini disampaikan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, saat kawasan HPK dihuni 4.302 pekerja, termasuk 716 perempuan.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, mengatakan pengelolaan hunian disusun agar semua penghuni merasakan rasa aman selama tinggal di kawasan kerja. “Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” kata Cakra, dikutip dalam laporan Niaga.Asia.

Example 300x600

Empat tower khusus perempuan di HPK 2

Empat tower khusus perempuan tersebut menjadi bagian dari 35 tower yang tersedia di kawasan HPK. Dari total 4.302 penghuni, 716 orang atau 16,6 persen merupakan pekerja perempuan, sedangkan 3.586 orang lainnya adalah pekerja laki-laki. Otorita IKN menempatkan perempuan di area khusus agar pengelolaan fasilitas lebih tertib dan kebutuhan privasi lebih terjaga.

Selain tower khusus, pengelolaan hunian juga diperkuat dengan penempatan petugas keamanan perempuan di area hunian pekerja perempuan. Petugas housekeeping pun disesuaikan dengan gender dan lokasi kerja. Sistem keamanan kawasan dilengkapi CCTV di sejumlah area publik serta tata tertib penghuni yang dijalankan melalui building management.

Petugas Keamanan Perempuan HPK 2, Nirwana, menyebut aturan ini dibuat untuk menjaga kenyamanan para penghuni. “Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” ujarnya.

Hunian responsif gender untuk mendukung produktivitas

Salah satu penghuni, Sri, mengatakan penempatan di area perempuan membuatnya lebih nyaman selama tinggal di HPK. “Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” kata Sri.

Ia menambahkan, pengawasan keamanan membantu menjaga lingkungan tetap aman dan tertib. Menurut Sri, rekaman CCTV juga memudahkan penelusuran bila ada kejadian tertentu. Fasilitas hunian ini dirancang bukan hanya untuk tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai dukungan agar para pekerja bisa fokus bekerja di proyek pembangunan IKN.

Program hunian responsif gender ini memperlihatkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya mengejar fisik bangunan, tetapi juga tata kelola harian yang ramah pekerja. Rincian pernyataan Cakra, Nirwana, dan Sri juga bisa ditelusuri melalui kanal IKN Terkini serta laporan lengkap Niaga.Asia.