EKSPOSKALTIM, Penajam — Klaim Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bahwa ekonomi Penajam Paser Utara (PPU) tumbuh 19,9 persen mendapat bantahan dari Bupati PPU, Mudyat Noor. Ia menilai angka itu belum mencerminkan kondisi wilayah secara keseluruhan karena dampaknya masih terpusat di Sepaku, kawasan inti pembangunan IKN.
Dalam pemberitaan EKSPOSKALTIM, Mudyat menegaskan: “Kan itu hanya bicara IKN. Bicara Sepaku saja itu, bukan PPU secara utuh.” Menurut dia, kenaikan yang dikaitkan dengan proyek IKN belum sepenuhnya dirasakan warga di luar lingkar inti pembangunan.
Mudyat juga menyoroti bahwa daya beli masyarakat masih tertekan dan pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran untuk infrastruktur dasar. Ia meminta agar dampak ekonomi IKN dibaca secara utuh, bukan hanya dari pertumbuhan yang terjadi di titik proyek.
Ringkasnya: angka 19,9 persen memang menunjukkan aktivitas ekonomi yang menguat di area Sepaku, tetapi pemerintah daerah menilai kondisi PPU secara keseluruhan masih jauh dari narasi “ledakan ekonomi” yang kerap dikaitkan dengan IKN.
Referensi: EKSPOSKALTIM via Google News — Bupati Penajam Bantah Klaim OIKN: Pertumbuhan 19,9 Persen Hanya di Sepaku




























