Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Dr. Ir. H. Alimuddin, mengajak pelaku UMKM Balikpapan untuk tidak menjadi penonton dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut dia, keberhasilan IKN sangat ditentukan oleh sejauh mana warga di sekitar kawasan bisa ikut merasakan manfaat ekonomi yang tumbuh.
Pesan itu ia sampaikan dalam dialog interaktif bersama pelaku UMKM di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026), bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabila Karbala. Alimuddin menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa hanya menunggu, karena perkembangan IKN harus dihadapi dengan kesiapan dan penyesuaian diri.
“Jangan IKN yang mempersiapkan kita, tetapi kita yang harus mengejar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan IKN,” ujar Alimuddin. Ia juga mengingatkan bahwa tahap pembangunan IKN saat ini sudah memasuki fase kedua dari lima tahapan yang direncanakan dan tetap berjalan sesuai regulasi, termasuk dukungan Perpres Nomor 79.
Selain menyoal kesiapan usaha, Alimuddin menyoroti pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru. Ia menyebut masih ada pihak yang mengira pembangunan IKN berhenti setelah putusan Mahkamah Konstitusi, padahal proyek tersebut tetap berjalan sesuai tahapan.
Dalam paparannya, Alimuddin juga menilai wilayah sekitar IKN bukan sekadar penyangga, melainkan mitra pembangunan yang sejajar. Ia mencontohkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah, tingginya arus kunjungan ke kawasan IKN saat libur Nataru, hingga peluang jangka panjang saat populasi kawasan inti diproyeksikan mencapai dua juta jiwa. “Saya yakin Balikpapan akan menjadi salah satu daerah yang paling banyak menikmati dampak positif pembangunan IKN,” katanya.



























