IKN — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyampaikan bahwa pembangunan kawasan ibu kota baru kini ditopang oleh tiga skema pembiayaan: APBN, KPBU, dan investasi swasta.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan fisik yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum telah mencapai 78 paket selesai dari total 90 paket. Sisa 12 paket masih dikerjakan, termasuk Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, dan sejumlah jalan pendukung lainnya.
Di sektor perumahan, Kementerian PKP menangani 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket sudah rampung, sementara satu paket rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah masih dalam tahap konstruksi.
Untuk skema investasi swasta, 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah itu, sembilan proyek telah selesai dibangun dan enam proyek lainnya sudah masuk tahap konstruksi. Proyek yang berjalan mencakup Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, apartemen PT Star Bright International Investment, kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Basuki menegaskan, percepatan pembangunan harus tetap mengutamakan keselamatan kerja. Ia juga menyebut target IKN tetap mengarah ke 2028 dengan tiga pegangan utama: kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
Sumber: Bekesah.co / Otorita IKN. Baca juga pembaruan lain seputar IKN.




























