Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

UMKM Lokal IKN Didorong Naik Kelas lewat SIAPIK dan Akses Modal

13
×

UMKM Lokal IKN Didorong Naik Kelas lewat SIAPIK dan Akses Modal

Sebarkan artikel ini
Pelatihan SIAPIK untuk pelaku UMKM lokal di KIPP IKN saat pemaparan OJK dan akses pembiayaan perbankan
Pelatihan SIAPIK dan business matching pembiayaan UMKM di KIPP IKN, Rabu (10/6/2026).

UMKM IKN akses modal menjadi fokus dalam pelatihan Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara di Kantor Bersama Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu, 10 Juni 2026. Program ini menargetkan pelaku usaha lokal di wilayah IKN dan Penajam Paser Utara agar lebih siap mengelola keuangan usaha sekaligus terhubung ke pembiayaan formal.

Kegiatan tersebut mempertemukan Otorita IKN, Bank Indonesia Balikpapan, OJK Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, serta pelaku perbankan dalam satu forum. Peserta tidak hanya belajar menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), tetapi juga mendapat pembekalan soal literasi keuangan, sistem pembayaran digital, ekonomi syariah, dan perlindungan konsumen.

Example 300x600

Pelatihan SIAPIK di KIPP IKN dibarengi akses pembiayaan

Selain pelatihan teknis, pelaku UMKM difasilitasi dalam business matching dengan lembaga jasa keuangan dan bank yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN, antara lain BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, dan Bank Kaltimtara. Skema ini dirancang agar pencatatan keuangan yang lebih rapi bisa langsung berujung pada peluang akses modal yang lebih realistis bagi usaha kecil setempat.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin menegaskan pembangunan Nusantara harus memberi manfaat nyata bagi warga sekitar. Menurut dia, kehadiran IKN membuka peluang pasar, kemitraan, dan pembiayaan yang lebih luas, sehingga UMKM lokal perlu didorong agar naik kelas dan lebih berdaya saing.

“Pembangunan IKN harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Kehadiran Nusantara membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang melalui perluasan pasar, kemitraan, dan akses pembiayaan,” kata Alimuddin.

Pencatatan keuangan jadi syarat UMKM lokal naik kelas

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN Aura Pandu Wirawan menyebut tema kegiatan tahun ini, ENERGI atau Edukasi dan siNERGI, menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi. Ia menilai pencatatan keuangan yang baik menjadi salah satu syarat penting agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh pembiayaan formal dan bisa mengembangkan bisnis secara profesional.

Peserta juga mendapat contoh langsung manfaat digitalisasi pencatatan usaha. Seorang pelaku UMKM asal PPU, Reni Sayu, mengaku pelatihan SIAPIK membantunya meninggalkan pencatatan manual yang selama ini kerap bercampur dengan kebutuhan pribadi. Dengan sistem yang lebih tertata, pelaku usaha kecil dinilai lebih siap masuk ke ekosistem ekonomi baru di Nusantara.

“Pencatatan keuangan yang baik menjadi salah satu syarat penting agar UMKM lebih mudah memperoleh akses pembiayaan. Melalui SIAPIK, pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara lebih tertata dan profesional,” ujar Aura Pandu Wirawan.

Penguatan UMKM ini melengkapi agenda pembangunan IKN lain yang sebelumnya juga menyentuh penguatan SDM dan riset melalui kolaborasi Otorita IKN dengan empat perguruan tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan kawasan penyangga juga sudah mulai terasa sebagaimana tercermin pada kenaikan ekonomi PPU seiring pembangunan IKN.

Informasi dasar program pelatihan dan business matching ini merujuk pada publikasi kegiatan yang dimuat di sini. Bagi Kata IKN, poin paling pentingnya adalah bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya bicara infrastruktur pemerintahan, tetapi juga kesiapan UMKM lokal untuk masuk ke rantai ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.