Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Tanah Bergerak di Desa Batuah Kukar, 11 Rumah Rusak dan Jalan Amblas

99
×

Tanah Bergerak di Desa Batuah Kukar, 11 Rumah Rusak dan Jalan Amblas

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA – Hujan deras yang melanda wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah bergerak di Desa Batuah, RT 25, Kecamatan Loa Janan.

Peristiwa ini terjadi di Kilometer 28, jalan poros utama yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan, dan sempat membuat warga panik. Meski demikian, arus lalu lintas masih tetap berjalan lancar di kedua arah.

Example 300x600

Dampak tanah bergerak ini cukup serius: sebanyak 11 rumah warga mengalami kerusakan, satu masjid terdampak, dan sebagian badan jalan utama amblas hingga sedalam 30 sentimeter. Kekhawatiran akan keselamatan mendorong banyak warga yang tinggal dalam radius 100 meter dari tebing untuk mengungsi, baik ke rumah kerabat di desa tetangga maupun mendirikan tenda darurat di lahan-lahan yang dianggap aman.

“Tanah terus bergerak dan kami khawatir,” kata Sultan Alief, salah satu warga Batuah, Sabtu (26/4/2025). Ia menambahkan bahwa warga secara swadaya telah menguruk bagian jalan yang amblas demi menjaga kelancaran lalu lintas, meskipun kondisi tersebut masih bersifat sementara.

Pemerintah Desa Batuah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bergerak cepat untuk menangani situasi. Pemantauan intensif dilakukan mengingat pergerakan tanah masih aktif hingga saat ini. Sebelumnya, seorang pengendara bahkan sempat mengalami kecelakaan di lokasi terdampak.

BPBD mengingatkan bahwa kontur tanah di kawasan tersebut kini sangat labil akibat curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir. Jika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali terjadi, risiko tanah bergerak susulan diperkirakan meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang telah memasang penanda dan rambu peringatan di sekitar area rawan. Warga dan pengguna jalan pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di malam hari ketika jarak pandang menurun.

Sementara itu, meski jalan di Km 28 masih bisa dilalui kendaraan, pengendara diminta untuk ekstra hati-hati. Cuaca yang belum menentu turut menjadi tantangan tambahan bagi tim gabungan yang bertugas di lapangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan berintensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur beberapa wilayah Kalimantan Timur dalam beberapa hari mendatang.