JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut merespons sorotan publik terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang belakangan ramai dibicarakan karena polemik dana laundry pakaian dinas. Dalam potongan video yang beredar pada Kamis, 21 Mei 2026, Bahlil menilai pejabat publik memang harus siap menjadi bahan sorotan.
“Kalau pejabat gak viral, gak top,” kata Bahlil ketika menanggapi ramainya pembahasan soal Rudy Mas’ud. Ucapan itu langsung memantik percakapan baru di media sosial karena dianggap sebagai pembelaan terhadap kepala daerah yang sedang disorot publik.
Sorotan dana laundry kembali memantik diskusi publik
Isu dana laundry Rp450 juta per tahun untuk pakaian Gubernur Kaltim sempat viral sejak awal Mei. Sejumlah media juga menayangkan klarifikasi Pemprov Kaltim, sementara publik menyoroti besaran anggaran yang dinilai fantastis. Dalam konteks itu, komentar Bahlil dianggap menegaskan bahwa pejabat tidak bisa menghindar dari pengawasan warga.
Bahlil sendiri belum menguraikan detail baru terkait polemik tersebut, tetapi pernyataannya mencerminkan sikap bahwa jabatan publik selalu datang bersama risiko kritik. Karena itu, menurut dia, pejabat yang tampil di ruang publik harus tahan terhadap komentar keras dan perdebatan di media sosial.
Relevansi untuk Kaltim
Di Kalimantan Timur, perdebatan semacam ini ikut memengaruhi cara publik melihat transparansi anggaran dan gaya komunikasi pejabat. Bagi warga, isu dana kecil atau besar sama-sama menjadi ukuran bagaimana pemerintah daerah merespons pertanyaan publik dengan terbuka.
Untuk pembaca yang mengikuti isu-isu Kaltim, perkembangan lain di daerah ini dapat dipantau melalui rubrik Kaltim dan pembahasan kebijakan energi di situs resmi Kementerian ESDM.



























