Balikpapan, 29 April 2026 — Warga yang tinggal di kawasan Kilometer 54 Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto kembali menyuarakan keresahan atas dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka menilai perlu ada kepastian perlindungan ruang hidup, akses, dan status lahan di sekitar kawasan yang kini semakin dekat dengan proyek strategis nasional itu.
Keluhan warga muncul karena aktivitas pembangunan di sekitar IKN dinilai ikut mengubah wajah lingkungan tempat tinggal dan memunculkan tekanan baru bagi masyarakat yang sudah lama bermukim di sana. Sejumlah warga menyebut kekhawatiran mereka bukan hanya soal perubahan kawasan, tetapi juga masa depan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Warga berharap pemerintah pusat, Otorita IKN, dan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan hak masyarakat lokal tetap terjaga. Kepastian hukum, tata kelola kawasan, dan ruang dialog dinilai penting agar warga tidak merasa terpinggirkan di tengah proyek besar yang sedang berjalan.
Persoalan ini kembali menegaskan bahwa pembangunan IKN tak hanya soal gedung dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kehidupan warga di wilayah penyangga. Tanpa perhatian yang memadai, manfaat pembangunan dikhawatirkan tidak akan terasa merata bagi masyarakat sekitar.






















