Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di Nusantara, Kalimantan Timur, pada Jumat (17/4/2026). Dalam pertemuan di Kantor OIKN itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bahkan menyebut pihaknya siap membantu bila Unhas ingin mengembangkan kampus di kawasan ibu kota baru, termasuk menyediakan lahan. Bagi IKN, langkah ini penting karena kampus bukan sekadar bangunan, melainkan mesin penyiapan talenta, riset, dan program studi yang dibutuhkan sejak awal pembangunan kota.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa kolaborasi tersebut bukan hal baru. Ia menyebut Unhas telah mendukung pembangunan IKN sejak 2022 dan kini ingin memperluas kontribusi lewat program afirmasi, penguatan sumber daya manusia, serta riset yang relevan dengan kebutuhan kota masa depan. Karena itu, kerja sama ini tidak hanya soal penandatanganan nota kesepahaman, tetapi juga tentang bagaimana universitas ikut membentuk arah tumbuhnya ibu kota baru.
Dalam laporan RRI, Basuki mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih atas komitmen Unhas terhadap pembangunan IKN. Ke depan, kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk turut berkontribusi secara langsung. Kami juga siap mendukung apabila Unhas berencana mengembangkan kampus di IKN, termasuk dalam penyediaan lahan.” Di sisi lain, Jamaluddin menekankan, “Sejak 2022, Unhas telah mendukung pembangunan IKN. Dengan keberadaan Unhas, banyak yang bisa kita lakukan, termasuk menyiapkan program afirmasi bagi daerah penyangga dan program studi yang relevan dengan kebutuhan IKN.”
Laporan serupa juga muncul di BorneoFlash, Radar Bontang, dan Media Kaltim. Dengan munculnya banyak pemberitaan lintas media, jelas bahwa isu kerja sama OIKN-Unhas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis yang mulai dibaca publik sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di IKN.
Dari sudut pandang perencanaan kota, kehadiran kampus punya fungsi yang jauh lebih luas. Universitas dapat menjadi anchor institution yang menjaga agar pembangunan tidak berhenti pada beton, jalan, dan gedung pemerintahan. Kampus membawa riset lapangan, inkubasi inovasi, hingga ruang latihan bagi generasi muda yang akan tinggal dan bekerja di kota baru itu.
Itulah sebabnya kerja sama OIKN dan Unhas terasa relevan dengan gagasan kota cerdas dan berkelanjutan. Jika IKN ingin tumbuh sebagai kota masa depan, maka pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik. Riset tentang transportasi, lingkungan, kesehatan, tata ruang, hingga ekonomi kreatif perlu didekatkan ke lokasi pembangunan agar keputusan kebijakan lebih berbasis data.
Lebih jauh, sinyal dukungan penyediaan lahan bagi kampus di IKN juga mengirim pesan penting kepada daerah penyangga. Kehadiran perguruan tinggi besar bisa memperkuat mobilitas pendidikan, membuka peluang magang, memperluas riset terapan, dan menumbuhkan ekosistem ekonomi kecil di sekitar kawasan kampus. Jika dirancang dengan disiplin, model ini dapat membantu IKN menghindari jebakan kota yang megah di depan, tetapi miskin aktivitas pengetahuan di belakang.
Bagi pembaca kataikn.com, perkembangan ini juga menarik karena memperlihatkan bahwa IKN tidak hanya memburu target infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ekosistem pengetahuan. Dalam jangka panjang, kualitas kota akan sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengisinya. Dan di titik itulah peran Unhas menjadi penting.
Baca juga: IKN dan Unhas berbagi pembelajaran konsep kota inovatif, cerdas, dan berkelanjutan
Baca juga: IKN dan Unhas Dorong Riset Talenta untuk Kota Nusantara
Baca juga: Gunadarma Jadi Kampus Pertama di IKN, Kuliah Perdana September














