Samarinda, 8 Mei 2026 — Program internet desa gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus bergerak mendekati target penuh. Dari 841 desa yang dibidik, sebanyak 803 desa sudah terpasang jaringan, tetapi 38 desa lainnya masih belum bisa dijangkau karena pasokan listrik belum memadai.
803 desa terhubung, 38 desa masih menunggu listrik
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan, kendala terbesar saat ini bukan lagi soal jaringan internet atau teknologi satelit, melainkan infrastruktur dasar di lapangan. Di sejumlah desa, jaringan belum bisa dioperasikan secara stabil karena listrik belum tersedia dengan baik.
“Ini memang PR besar kita bersama,” kata Faisal saat menyoroti sisa 38 desa yang belum terlayani. Ia menegaskan, program konektivitas desa akan jauh lebih efektif jika pembangunan listrik dan jaringan berjalan beriringan.
Wilayah penyangga IKN masih butuh dukungan infrastruktur dasar
Masalah itu menjadi penting karena desa-desa yang belum terlayani berada di kawasan penyangga IKN dan wilayah pedalaman Kaltim. Artinya, pemerataan internet desa gratis Kaltim bukan hanya soal akses digital, tetapi juga kesiapan infrastruktur dasar yang menopang layanan publik, pendidikan, dan ekonomi warga.
Dengan capaian 803 desa yang sudah tersambung, Pemprov Kaltim memang tinggal selangkah lagi menuju target. Namun, 38 desa yang tersisa menunjukkan bahwa pemerataan digital belum bisa dilepaskan dari pekerjaan rumah listrik desa dan jaringan internet yang stabil.
Untuk pembaruan lain seputar Kaltim dan IKN, pembaca bisa mengikuti kategori KALTIM dan kategori IKN. Rincian laporan aslinya juga dapat dilihat pada laporan Detak Kaltim.





















