Sampah Masjid Negara IKN menjadi sorotan dalam aksi bersih lingkungan di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu (7/6/2026). Sekitar 300 pejuang lingkungan turun ke kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara dan mengumpulkan kurang lebih 330 kilogram sampah dalam kegiatan kerja bakti untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan hasil pengumpulan sampah itu menjadi pengingat bahwa kawasan inti Nusantara harus dijaga lewat kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. “Korve dilaksanakan di kawasan Masjid Negara IKN dan berhasil mengumpulkan sampah 330 kilogram,” ujar Basuki.
Menurut dia, sampah yang terkumpul juga menjadi gambaran pentingnya menjaga kebersihan ruang publik di sekitar pusat aktivitas warga dan pengunjung IKN. Kegiatan ini disebut sejalan dengan dorongan Gerakan Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah yang terus digaungkan pemerintah.
Aksi bersih Masjid Negara IKN libatkan banyak unsur
Peserta aksi berasal dari unsur pemerintah desa, pemerintah daerah, perbankan, rumah sakit, perhotelan, perusahaan, hingga aparat keamanan di kawasan IKN. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya, mulai dari organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun.
Sejumlah agenda lingkungan di kawasan Nusantara sebelumnya juga terus diperkuat, termasuk penanaman pohon di KIPP IKN sebagai bagian dari pendekatan kota hutan.
Warga minta kebiasaan bersih dijaga setelah kegiatan seremonial
Ratna Juwita, pejuang lingkungan dari Desa Pemaluan, menilai aksi membersihkan area sekitar Masjid Negara IKN harus menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan kembali kesadaran bahwa lingkungan bersih dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Sementara itu, Raehan Amsyah dari RS Hermina Nusantara menilai kepedulian terhadap kebersihan kawasan IKN tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Informasi kegiatan ini juga dipublikasikan melalui laporan ANTARA. Bagi pengelola kawasan, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan IKN tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh disiplin menjaga lingkungan di ruang publik.




























