Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN TerkiniKaltim

KLHK Pulihkan Lahan Kritis di Kaltim untuk Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana

110
×

KLHK Pulihkan Lahan Kritis di Kaltim untuk Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini

PENAJAM PASER UTARA– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus memulihkan lahan kritis di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah yang dikenal sebagai Benua Etam.

Direktur Konservasi Tanah dan Air KLHK, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari program penanaman pohon serentak 2025 yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia.

Example 300x600

“Penanaman ini bertujuan memulihkan lahan kritis sekaligus mendukung ketahanan pangan, energi, dan air,” ujar Zainal di Penajam, Minggu (18/1).

Zainal, yang juga Penjabat Bupati Penajam Paser Utara, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, banjir, dan kekeringan dapat diminimalkan melalui program ini.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, penanaman pohon dilakukan di lahan seluas 345 hektare di daerah aliran sungai (DAS) yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam (PHKT) dan di lahan 51 hektare di wilayah kerja 13 pemegang izin penggunaan kawasan hutan (PKH) di Kaltim.

Di wilayah kerja Mahakam Hulu Kabupaten Berau, terdapat 180 unit PKH dengan total luas 170 ribu hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 100 ribu hektare sudah ditanami pohon, dan setengahnya telah diberdayakan serta diserahkan kepada pengelola kawasan.

KLHK menargetkan rehabilitasi 40 ribu hektare lahan kritis secara nasional pada 2025, dengan 12 ribu hektare di antaranya berada di Provinsi Kaltim.

“PT Pertamina (Persero) turut berkontribusi dengan menanam pohon di atas lahan seluas 340 hektare dari target 12 ribu hektare di Kaltim,” tambah Zainal.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan mengurangi dampak bencana di Kalimantan Timur.