Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN) sedang disiapkan menjadi laboratorium layanan publik berbasis kecerdasan artifisial atau AI. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Program Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) untuk mitra Pemerintah Kota Balikpapan dan Otorita IKN yang digelar secara daring dari Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Nezar, penyiapan kawasan ini bukan sekadar mendukung perpindahan pusat pemerintahan, melainkan membentuk model kota masa depan yang terhubung, efisien, dan lebih responsif terhadap kebutuhan warga. Ia menilai Balikpapan harus bergerak seirama dengan IKN karena posisinya menjadi pintu utama kawasan Nusantara.
Balikpapan Diposisikan sebagai Penyangga Digital IKN
Nezar mengatakan IKN dirancang sebagai laboratorium hidup untuk teknologi masa depan, mulai dari kendaraan otonom, sistem energi pintar, hingga layanan publik berbasis AI yang inklusif. Ia menegaskan peran Balikpapan juga penting karena kota ini akan menjadi penyangga digital yang menopang kualitas pelayanan publik di kawasan sekitar ibu kota baru.
“Ibu Kota Nusantara dirancang untuk menjadi laboratorium hidup bagi teknologi masa depan. Mulai dari autonomous vehicle, sistem energi yang pintar, hingga layanan publik berbasis AI yang inklusif,” ujar Nezar. Ia menambahkan, “Balikpapan sebagai gerbang utama IKN, memegang peran yang sangat penting sebagai penyangga digital yang harus punya standar layanan publik yang setara dan terintegrasi.”
Keterangan pemerintah menyebut dukungan pendanaan internasional untuk perencanaan smart city di IKN pada awal 2026 mencapai sekitar 2,49 juta dolar AS. Angka itu diposisikan sebagai salah satu penopang perencanaan ekosistem digital yang lebih terintegrasi di Nusantara dan wilayah penyangganya.
DLA 2026 Didorong Percepat Kepemimpinan Digital
Selain menyiapkan infrastruktur, Kementerian Komdigi juga menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui DLA 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pemimpin digital di instansi pusat maupun daerah, termasuk dalam pemanfaatan cloud computing, keamanan siber, arsitektur data lintas instansi, dan penggunaan AI untuk pengambilan keputusan berbasis data.
Nezar mengingatkan bahwa digitalisasi tidak cukup dimaknai sebagai pembuatan aplikasi administratif. Menurut dia, perubahan pola pikir dalam memecahkan masalah dan memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat justru menjadi fondasi utama transformasi digital.
Di sisi lain, penguatan kapasitas kelembagaan di kawasan Nusantara juga terus berjalan. Sebelumnya, Otorita IKN telah melantik 555 PNS angkatan pertama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di ibu kota baru. Keterangan lengkap agenda DLA ini juga dimuat dalam siaran resmi Komdigi.




























