KATAIKN.COM, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempercepat tanam padi untuk menghadapi puncak musim kemarau 2026. Langkah itu dibarengi penggunaan varietas padi yang lebih tahan kekeringan dan kadar asam tanah tinggi, agar produksi pangan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara tetap terjaga.
Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan Asward mengatakan, pola percepatan tanam dilakukan supaya sebagian lahan sudah memasuki fase panen ketika kemarau mencapai puncaknya pada Juli-Agustus 2026. Menurut dia, strategi itu disiapkan sejak awal untuk menekan risiko gagal panen di tengah perubahan cuaca.
Percepatan tanam padi disiapkan sebelum puncak kemarau
“Diprediksi saat ini sudah kemarau, tapi masih turun hujan,” kata Rozihan Asward saat menjelaskan antisipasi musim kemarau di Penajam, Senin (8/6/2026).
Ia menilai potensi gagal panen tetap ada, tetapi dampaknya diperkirakan tidak terlalu besar bila percepatan tanam berjalan sesuai rencana. “Kendati ada potensi gagal panen, tanaman padi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Pemkab PPU juga menginstruksikan petani memakai benih padi yang lebih tahan terhadap kekeringan. Selain itu, dinas pertanian menyiapkan puluhan unit mesin pompa air untuk mengantisipasi lahan sawah yang kekurangan pasokan air saat kemarau semakin kering.
Rozihan menegaskan, persiapan teknis itu penting karena wilayah PPU tetap harus menjaga pasokan pangan lokal di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi daerah. Dalam konteks yang lebih luas, pertumbuhan ekonomi PPU yang terdorong pembangunan IKN juga menuntut kestabilan sektor penyangga, termasuk pertanian.
Target panen 50.329 ton GKP pada 2026
Pada musim tanam pertama Oktober 2025-Maret 2026, realisasi tanam padi di PPU telah mencapai 7.118 hektare, melampaui target 7.000 hektare. Rata-rata hasil panen petani berada di kisaran 3,5 sampai lima ton per hektare.
Sementara itu, musim tanam kedua periode April-September 2026 sedang berlangsung. Pemerintah daerah menargetkan total panen padi tahun ini mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP).
Prakiraan BMKG menyebut musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak April, dengan puncak kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus. Karena itu, keberhasilan percepatan tanam di PPU akan sangat menentukan ketahanan pangan daerah pada paruh kedua tahun ini.



























