Example 325x300
Example floating
Example floating
PPU

PPU Cetak SDM Konstruksi Bersertifikat untuk Ambil Peluang di IKN

20
×

PPU Cetak SDM Konstruksi Bersertifikat untuk Ambil Peluang di IKN

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelatihan sertifikasi K3 konstruksi di PPU untuk warga Labangka dan Api-Api.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Jenjang 3 bagi 60 warga Desa Labangka dan Desa Api-Api, Kecamatan Babulu. Program ini digelar untuk membuka peluang kerja warga di tengah geliat pembangunan PPU dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

PPU Siapkan SDM Konstruksi untuk Proyek IKN

Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Juni 2026 di Gedung Serbaguna Desa Labangka itu menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan terlibat dalam proyek-proyek pembangunan daerah, termasuk di kawasan IKN.

Example 300x600

Pelatihan tersebut dibuka Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah (Setda) PPU Sodikin, yang hadir mewakili Bupati PPU. Menurut dia, peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi kebutuhan penting di tengah tingginya aktivitas pembangunan di PPU dan kawasan IKN.

“PPU memiliki posisi yang sangat strategis sebagai daerah penyangga sekaligus gerbang menuju IKN. Oleh karena itu, masyarakat lokal harus dipersiapkan agar mampu menjadi bagian dari pembangunan yang sedang berlangsung. Kita ingin putra-putri daerah memiliki kompetensi yang memadai sehingga dapat berkontribusi secara nyata dan memperoleh manfaat dari berbagai peluang yang terbuka,” ujarnya.

Sodikin menegaskan, sertifikasi kompetensi di bidang jasa konstruksi bukan sekadar formalitas, melainkan bukti pengakuan atas kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme tenaga kerja. Menurut dia, aspek K3 juga harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas konstruksi agar risiko kecelakaan kerja bisa ditekan.

Kebutuhan Tenaga Ahli Konstruksi Masih Tinggi

“Keselamatan kerja harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas konstruksi. Dengan pemahaman dan penerapan K3 yang baik, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan sehingga produktivitas dan kualitas pekerjaan dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Muhammad Ali Mustofa menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab PPU dan pemerintah desa melalui skema pendanaan bersama atau cost sharing. Pendanaan berasal dari DPA Dinas PUPR PPU Tahun Anggaran 2026 yang disinergikan dengan APBDes Desa Labangka dan Desa Api-Api.

Berdasarkan data yang ada, PPU masih kekurangan tenaga kerja konstruksi pada berbagai jenjang keahlian, khususnya operator, teknisi, dan analis konstruksi. Kesenjangan itu diperkirakan mencapai sekitar 41 persen dari kebutuhan ideal saat ini.

Karena itu, pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi masyarakat usia produktif sekaligus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal. Dari total 60 peserta, separuhnya berasal dari Desa Labangka dan separuh lain dari Desa Api-Api.