Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Hamas Siap Tawar Gencatan Senjata 60 Hari, Upaya Damai Kembali Dibuka di Tengah Krisis Gaza

80
×

Hamas Siap Tawar Gencatan Senjata 60 Hari, Upaya Damai Kembali Dibuka di Tengah Krisis Gaza

Sebarkan artikel ini

Di tengah rentetan serangan militer Israel yang terus memakan korban sipil, kelompok Hamas akhirnya menyatakan kesiapan untuk memulai pembicaraan serius terkait proposal gencatan senjata terbaru yang didukung Amerika Serikat. Kesediaan ini diumumkan hanya beberapa hari sebelum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Washington.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam proses negosiasi menyangkut mekanisme pelaksanaan gencatan senjata. Konsultasi dengan faksi-faksi Palestina telah dilakukan, sebagai bagian dari upaya meraih posisi bersama di tengah tekanan perang yang berkepanjangan.

Example 300x600

Langkah tersebut menandai terbukanya kembali jalur diplomasi setelah hampir 21 bulan konflik brutal di Jalur Gaza. Kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas, turut menyatakan dukungan terhadap pembicaraan, namun menuntut adanya jaminan agar Israel tak kembali melancarkan serangan begitu sandera dibebaskan.

Konflik saat ini berakar dari serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian dibalas dengan operasi militer besar-besaran oleh Israel. Pemerintah Israel mengklaim tujuan operasi adalah menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera.

Dari 251 sandera yang diculik dalam serangan awal, 49 masih berada di Gaza dan 27 di antaranya dikonfirmasi telah meninggal dunia. Di sisi lain, korban jiwa di Gaza terus bertambah. Otoritas kesehatan mencatat lebih dari 57.000 warga Palestina tewas sejak konflik meletus. Sebagian besar penduduk kini kehilangan tempat tinggal dan menghadapi ancaman kelaparan parah.

Proposal terbaru yang ditawarkan mencakup gencatan senjata selama 60 hari. Dalam kurun waktu itu, Hamas akan membebaskan sekitar 22 sandera sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina oleh Israel. Masa jeda ini juga diharapkan membuka ruang negosiasi untuk gencatan senjata permanen dan penghentian konflik.

Namun di lapangan, kekerasan belum mereda. Israel mengklaim terus menyerang target-target Hamas di seluruh Gaza, termasuk di Kota Gaza, Khan Yunis, dan Rafah. Di tengah situasi yang memburuk, tekanan internasional agar dicapai kesepakatan damai yang lebih tahan lama kini semakin besar.

Presiden Trump, yang mendukung proposal ini, menyatakan simpati terhadap penderitaan warga Gaza dan menegaskan bahwa keselamatan sipil menjadi prioritas dalam perundingan yang sedang diupayakan. “Mereka telah melewati neraka,” ucapnya.