Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Tentara Israel Mengaku Diperintahkan Tembaki Warga Sipil di Lokasi Bantuan Gaza

99
×

Tentara Israel Mengaku Diperintahkan Tembaki Warga Sipil di Lokasi Bantuan Gaza

Sebarkan artikel ini

Sejumlah tentara Israel mengungkapkan bahwa mereka menerima perintah untuk menembaki warga sipil Palestina yang tengah mengantre bantuan makanan di Jalur Gaza.

Tindakan ini diduga dilakukan guna membubarkan kerumunan di area distribusi bantuan, meski tidak ada ancaman langsung yang ditunjukkan oleh para warga.

Example 300x600

Pengakuan tersebut disampaikan kepada media Israel, Haaretz, oleh beberapa tentara yang identitasnya dirahasiakan. Mereka menyebut bahwa perintah datang langsung dari komandan militer dan mengarah pada penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil.

Selama sebulan terakhir, ratusan warga Palestina dilaporkan tewas di sekitar titik distribusi makanan. Rumah sakit dan pejabat lokal mencatat korban tewas terus bertambah hampir setiap hari, khususnya di jalur menuju pusat-pusat bantuan.

Militer Israel membantah tuduhan bahwa mereka secara sengaja menyasar warga sipil. Dalam pernyataan kepada Reuters, pihak militer menyatakan bahwa mereka tengah memperbaiki sistem distribusi bantuan, antara lain dengan memasang pagar, menambah rambu-rambu, serta membuka rute tambahan menuju zona bantuan.

Kendati demikian, kantor Advokat Jenderal Militer Israel telah memerintahkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum perang. Unit khusus pun dibentuk untuk meninjau berbagai insiden yang terjadi di sekitar lokasi distribusi bantuan.

“Setiap tuduhan penyimpangan dari hukum atau instruksi militer akan ditelaah secara menyeluruh, dan langkah lanjut akan diambil sesuai kebutuhan,” demikian pernyataan resmi militer Israel.

Insiden paling anyar terjadi pada Jumat, 27 Juni, ketika enam warga dilaporkan tewas akibat tembakan saat mencoba mengakses bantuan di Gaza selatan.

Sejak akhir Mei, lebih dari 500 warga telah meninggal dunia di sekitar area distribusi bantuan milik Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk di tengah kelangkaan makanan, keterbatasan akses medis, dan eskalasi konflik bersenjata yang tak kunjung reda.