Example 325x300
Example floating
Example floating
IKNPPU

Kabut Asap Sepaku Memburuk, Sekolah Dekat IKN Terapkan PJJ

18
×

Kabut Asap Sepaku Memburuk, Sekolah Dekat IKN Terapkan PJJ

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kabut asap di Sepaku, PPU, yang membuat sekolah dekat IKN menerapkan pembelajaran jarak jauh.
Ilustrasi kabut asap di Sepaku, PPU, dekat kawasan IKN.

KataIKN.com – Kabut asap yang menyelimuti Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berdampak langsung pada kegiatan belajar di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ untuk sekolah-sekolah di Sepaku setelah kualitas udara memburuk pada Minggu, 20 September 2026.

Kebijakan ini diambil setelah kualitas udara di Sepaku dilaporkan masuk kategori sangat tidak sehat. Indeks kualitas udara di wilayah itu disebut sempat menyentuh angka 211, sehingga aktivitas belajar tatap muka dinilai berisiko bagi siswa dan tenaga pendidik.

Example 300x600

PJJ Diterapkan sampai Udara Kembali Sehat

Plt Kepala Disdikpora PPU, Muchtar, mengatakan surat edaran PJJ untuk wilayah Sepaku sudah diterbitkan. Ia menyebut kebijakan belajar dari rumah dilakukan untuk merespons kondisi udara yang memburuk.

“Khusus wilayah Sepaku sudah saya keluarkan surat edaran untuk PJJ. Pelaksanaan ini akan berlangsung sampai kondisi udara kembali dinyatakan sehat,” kata Muchtar, dikutip dari Nomor Satu Kaltim.

Sepaku menjadi perhatian karena lokasinya bertetangga langsung dengan kawasan IKN. Dengan kondisi udara yang buruk, sekolah diminta menyesuaikan proses belajar agar keselamatan siswa tetap terjaga.

Sekolah di Wilayah PPU Lain Masih Dipantau

Untuk kecamatan lain di PPU, seperti Penajam, Waru, dan Babulu, pemerintah daerah masih melakukan pemantauan berkala bersama Dinas Kesehatan. Wilayah tersebut disebut berada pada kisaran tidak sehat bagi kelompok rentan, tetapi belum seluruhnya masuk level yang mengharuskan sekolah tatap muka dihentikan.

“Tapi kalau keadaan udaranya termasuk sangat tidak sehat tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan untuk semua,” ujar Muchtar.

Muchtar juga menyebut kabut asap yang melingkupi Sepaku diduga merupakan asap kiriman dari wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah akan terus memantau parameter kualitas udara sebelum memutuskan apakah PJJ perlu diperluas ke wilayah PPU lainnya.

Bagi orang tua dan sekolah di kawasan terdampak, pemantauan kualitas udara menjadi penting karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan asap. Informasi lebih lanjut terkait kebijakan pendidikan dan wilayah IKN dapat diikuti melalui kanal IKN KataIKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *