Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN

OIKN Pasang 22 Sensor Deteksi Dini Karhutla di Kawasan IKN

10
×

OIKN Pasang 22 Sensor Deteksi Dini Karhutla di Kawasan IKN

Sebarkan artikel ini
Tampilan sistem sensor deteksi dini karhutla IKN yang digunakan OIKN untuk pemantauan lingkungan
Sistem sensor deteksi dini karhutla di kawasan IKN. Foto: TVRI/Ichsan via RRI

sensor karhutla IKN menjadi penguatan baru Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) setelah 22 perangkat pemantau dipasang di wilayah delineasi IKN untuk mendukung deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.

Teknologi itu digunakan untuk memantau kondisi lingkungan, membaca indikasi awal karhutla, dan mempercepat respons lapangan ketika muncul potensi kebakaran. Informasi tersebut disampaikan pada Sabtu, 19 September 2026.

Example 300x600

22 sensor karhutla IKN pantau kualitas udara hingga suhu

Direktur Teknologi Hijau Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agus Gunawan, menjelaskan sensor tersebut memantau sejumlah indikator lingkungan. Parameter yang dibaca meliputi kualitas udara, suhu, tekanan udara, hingga tanda-tanda terjadinya karhutla.

“Pada saat seperti sekarang, di mana kebakaran hutan sedang berlangsung di IKN, sensor ini berfungsi sebagai deteksi dini untuk mengetahui terjadinya kebakaran hutan di wilayah IKN. Pada saat kondisi tidak terjadi kebakaran hutan, yang diukur di wilayah tersebut adalah kualitas udara,” kata Agus, dikutip dari RRI.

Data dari perangkat pemantau itu terhubung dengan aplikasi Nusantara Hijau. Sistem tersebut menampilkan informasi kondisi lingkungan dan kebencanaan secara waktu nyata agar dapat dipakai sebagai dasar koordinasi.

Terhubung Nusantara Command Center

OIKN menyebut informasi yang terdeteksi dapat dikoordinasikan melalui Nusantara Command Center. Dengan alur ini, data lapangan tidak hanya menjadi catatan pemantauan, tetapi juga dapat mempercepat pemeriksaan dan tindak lanjut petugas.

Penggunaan sensor melengkapi sistem pemantauan karhutla yang sudah berjalan, termasuk patroli darat, pemantauan udara, dan dukungan teknologi lain untuk mengikuti perkembangan titik api.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan OIKN tetap memantau sejumlah lokasi karhutla yang berada dalam wilayah delineasi IKN.

“Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30–40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti,” ujar Danis.

Mitigasi karhutla tetap jadi perhatian

Isu karhutla masih menjadi perhatian karena sebelumnya kawasan IKN juga mencatat kemunculan titik api. Kata IKN pernah mencatat laporan terkait 61 titik api di kawasan IKN dan 400 hektare lahan terbakar.

Dengan 22 sensor yang tersebar di wilayah delineasi, OIKN menargetkan pemantauan kondisi lingkungan dapat berlangsung berkelanjutan. Sistem ini diharapkan membantu pengambilan keputusan ketika potensi kebakaran perlu segera ditangani.