KATAIKN.COM – Kontes Robot Terbang Indonesia atau KRTI 2026 di IKN resmi dibuka pada Senin, 21 September 2026. Ajang tingkat nasional ini menempatkan kawasan Ibu Kota Nusantara dan Balikpapan sebagai panggung uji inovasi wahana terbang tanpa awak karya mahasiswa.
Berdasarkan informasi panitia dan pemberitaan penyelenggara, kompetisi tahun ini diikuti 94 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi. Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi tuan rumah penyelenggaraan di kawasan penyangga IKN, dengan dukungan koordinasi teknis untuk aspek penerbangan, keselamatan, dan perizinan.
KRTI 2026 di IKN Jadi Etalase Talenta UAV Nasional
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Beny Bandanadjaja, menilai kompetisi robot terbang bukan sekadar ajang adu kemampuan teknis. Menurut dia, teknologi UAV semakin dibutuhkan untuk kerja-kerja pemetaan, evakuasi, pemantauan lapangan, hingga penanganan bencana.
“Wahana terbang tanpa awak yang mampu memetakan wilayah luas, menjangkau titik evakuasi yang sulit, dan memantau kondisi lapangan dari udara bukan sekadar objek perlombaan,” ujar Beny dalam keterangan resmi Ditjen Dikti.
Ia menambahkan, inovasi robot terbang dapat menjadi solusi nyata yang kelak diandalkan negara dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Karena itu, KRTI 2026 diposisikan sebagai ruang agar gagasan teknologi mahasiswa tidak berhenti di konsep, tetapi diuji dan dikembangkan menjadi solusi.
ITK Siapkan Dukungan Teknis di Kawasan Penyangga IKN
Rektor ITK Agus Rubiyanto mengatakan kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kampus teknologi di Kalimantan Timur tersebut.
“Sebagai perguruan tinggi teknologi yang berada di kawasan penyangga IKN, kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan memberi kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai daerah untuk menunjukkan karya terbaiknya,” ujar Agus.
Kehadiran KRTI juga sejalan dengan arah pembangunan IKN sebagai kota masa depan berbasis digital. Penggunaan UAV dinilai relevan untuk kebutuhan kota cerdas, mulai dari navigasi, pemantauan kawasan, mitigasi bencana, sampai distribusi logistik.
Peserta Diharapkan Membawa Cerita tentang Nusantara
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut kehadiran para finalis dari berbagai daerah. Ia berharap peserta tidak hanya bertanding, tetapi juga mengenal langsung perkembangan Nusantara.
“Datang ke IKN tentunya bukan hanya untuk melihat Nusantara, tetapi juga membawa dan menceritakan kabar tentang Nusantara,” ujar Basuki.
Pembukaan KRTI 2026 ditandai penancapan tongkat berkepala menyerupai drone, penyerahan piala bergilir, serta parade defile produk riset dari tim finalis. Ajang ini juga menghadirkan maskot Kenyalang atau Burung Enggang Bada sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan identitas budaya masyarakat setempat.
Dengan skala nasional dan lokasi penyelenggaraan di IKN–Balikpapan, KRTI 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan agenda pendidikan tinggi, teknologi UAV, dan kebutuhan pembangunan kawasan Nusantara.




























