Samboja – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pariwisata Kukar terus mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
Salah satu bentuk konkretnya adalah melalui gelaran event-event reguler di berbagai kecamatan, yang tidak hanya memperkenalkan potensi lokal tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.
Salah satu event tersebut adalah Festival Pesta Laut Pesisir Nusantara yang sukses digelar di Pantai Kaltim Park, Kelurahan Kuala Samboja, pada 4–6 April 2025.
Festival ini tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya pesisir, tetapi juga berhasil menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebanyak 150 tenant ikut ambil bagian dalam festival ini, menyuguhkan beragam produk dan kuliner lokal. Diperkirakan, perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan festival mencapai ratusan juta rupiah, memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem UMKM di Kecamatan Samboja.
Sekretaris Kabupaten Kukar, Dr. H. Sunggono, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat Samboja dan kontribusi pelaku UMKM. Ia berharap momentum ini bisa semakin mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif di daerah.
“Semoga UMKM kita semakin berkembang. Terima kasih kepada masyarakat Samboja yang telah ikut mendukung dan menjaga warisan budaya pesisir ini,” ujar Sunggono.
Festival ini juga menjadi ruang untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam merumuskan langkah-langkah kreatif yang konkret, demi mewujudkan Kukar yang berbudaya, maju, mandiri, dan sejahtera.
Diketahui, Festival Pesta Laut Pesisir Nusantara merupakan bagian dari agenda tahunan yang telah masuk dalam Kalender Event Kukar, di bawah payung program Kukar Kaya Festival, yang tercantum dalam RPJMD Kukar 2021–2026.
“Event seperti ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata di Kukar,” tambah Sunggono.
Dalam festival tersebut, pengunjung juga disuguhkan penampilan seni budaya lokal, seperti tarian dan musik khas daerah yang dibawakan oleh masyarakat Samboja sendiri. Hal ini menunjukkan bagaimana potensi ekonomi kreatif bisa berpadu dengan pelestarian budaya lokal.
“Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami terhadap ekraf, dan ke depan sektor-sektor kreatif lainnya juga akan terus kami dorong,” pungkasnya. (Adv/Dispar Kukar)





























