Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Embung Baru di Maluhu Resmi Difungsikan, Petani Kukar Sambut dengan Antusias

66
×

Embung Baru di Maluhu Resmi Difungsikan, Petani Kukar Sambut dengan Antusias

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Senyum lebar menghiasi wajah para petani di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, menyusul peresmian embung baru yang siap mengairi 15 hektare lahan pertanian. Infrastruktur air yang telah lama dinantikan ini diresmikan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, pada Rabu (23/4/2025).

Dengan kapasitas tampung 3.000 meter kubik, embung yang berdiri di atas lahan seluas 0,5 hektare ini menjadi sumber irigasi utama bagi lima RT, yakni RT 17 hingga RT 21. Keberadaannya diharapkan menjadi solusi atas persoalan kekeringan yang kerap menghantui petani, terutama saat musim kemarau.

Example 300x600

“Persoalan utama petani kita adalah ketersediaan air. Dengan adanya embung ini, kami ingin pastikan tidak ada lagi lahan yang gagal tanam akibat kekurangan air,” kata Edi, Kamis (24/4/2025).

Pembangunan embung ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kukar dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Proyek ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Kukar dan TNI melalui program Karya Bhakti dan TMMD, melibatkan Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang.

Tak hanya embung, kerja sama tersebut juga mencakup pembangunan jalan usaha tani, irigasi, dan sumur bor.

Salah satu petani, Suhardi (52), menyambut baik keberadaan embung tersebut. Ia mengaku sempat mengalami gagal panen karena ketergantungan pada tadah hujan.

“Alhamdulillah, sekarang kami punya embung. Sebelumnya kalau kemarau harus pakai pompa dari sungai yang jauh. Sekarang air tinggal dialirkan,” ujar Suhardi.

Ia berharap fasilitas ini dapat dikelola dengan baik dan mengusulkan adanya pelatihan teknis bagi petani dalam pengelolaan irigasi agar pemanfaatannya bisa lebih merata.

Bupati Edi juga menggarisbawahi pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga embung sebagai aset bersama. Menurutnya, keberlangsungan fungsi embung sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen.

“Embung ini milik kita bersama. Kalau dijaga bersama, manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” pungkas Edi. (Adv/Diskominfo Kukar)