Harga karet di Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami penurunan sejak awal Ramadan.
Dalam satu bulan terakhir, harga karet turun sekitar Rp2 ribu per kilogram, yang berdampak langsung pada pendapatan para petani.
Saat ini, harga karet hanya sekitar Rp11 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga normal sebelumnya yang bisa mencapai Rp13 ribu per kilogram.
Salah satu penyebab utama penurunan harga ini adalah berhentinya operasional pabrik pengolahan karet milik PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC).
Akibatnya, hasil panen petani menjadi terbatas, dan penyimpanan karet yang terlalu lama menyebabkan penyusutan serta lambatnya perputaran uang.
Kepala Desa Prangat Selatan, Sarkono, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengatasi ketidakstabilan harga karet yang merugikan petani.
Ia mengusulkan agar Desa Prangat Selatan dijadikan pusat Perkebunan Inti Rakyat (PIR) serta membangun pabrik mini yang dikelola langsung oleh petani.
Menurutnya, keberadaan pabrik ini dapat memperkuat posisi petani di pasar dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.
Revitalisasi perkebunan karet di daerah tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar bekerja sama dengan Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta dalam menyusun cetak biru pengembangan kawasan Perkebunan PIR Lestari.
Saat ini, lima desa telah bergabung dalam program tersebut, yaitu Prangat Selatan, Prangat Baru, Makarti, Bunga Putih, dan Sambera Baru. Program ini bertujuan agar petani lebih mandiri dalam mengelola hasil kebunnya tanpa harus bergantung pada fluktuasi harga yang tidak menentu.
Sarkono juga berharap agar program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah segera terealisasi. Ia meyakini bahwa koperasi dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak dan memudahkan distribusi hasil panen langsung ke pasar.
Jika koperasi dapat langsung membeli karet dari petani dengan harga yang lebih kompetitif, kesejahteraan petani pun akan lebih terjamin.





























