Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

PSSI Didenda FIFA Rp400 Juta Akibat Aksi Diskriminatif Suporter Saat Laga Indonesia vs Bahrain

77
×

PSSI Didenda FIFA Rp400 Juta Akibat Aksi Diskriminatif Suporter Saat Laga Indonesia vs Bahrain

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) diganjar sanksi oleh FIFA berupa denda senilai hampir Rp400 juta dan pembatasan kapasitas penonton dalam laga kandang berikutnya. Hal ini menyusul temuan tindakan diskriminatif oleh sekelompok suporter saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 25 Maret 2025 lalu.

Dalam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu, Timnas Indonesia menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Ole Romeny. Namun kemenangan tersebut tercoreng oleh perilaku sebagian suporter yang melontarkan slogan-slogan bermuatan xenophobia, terutama dari tribun utara dan selatan.

Example 300x600

“FIFA menyatakan PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter saat pertandingan tersebut,” ujar Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, Sabtu (10/5/2025).

Menurut Arya, FIFA menerima laporan dari sistem monitoring anti-diskriminasi yang mendeteksi pelanggaran pada menit ke-80 pertandingan, di mana sekitar 200-300 suporter meneriakkan yel-yel yang dianggap melanggar Pasal 15 FIFA terkait diskriminasi.

Selain denda, FIFA menjatuhkan sanksi tambahan berupa penutupan 15 persen kapasitas stadion untuk laga kandang selanjutnya melawan China, yang dijadwalkan berlangsung 5 Juni 2025. Area yang wajib dikosongkan adalah tribun belakang gawang, tempat kejadian pelanggaran.

PSSI diminta untuk menyerahkan rencana penempatan kursi kepada FIFA paling lambat 10 hari sebelum pertandingan.

Namun, FIFA memberikan alternatif agar kursi yang terkena sanksi dapat tetap diisi oleh komunitas tertentu seperti pelajar, perempuan, atau kelompok anti-diskriminasi. Syaratnya, area tersebut harus dilengkapi dengan spanduk bertema kampanye anti-diskriminasi.

“Ini pembelajaran bagi kita semua. FIFA menekankan bahwa tidak boleh ada ujaran kebencian, rasisme, atau xenophobia dalam sepak bola,” lanjut Arya.

FIFA juga menginstruksikan PSSI untuk menyusun dan mengajukan rencana komprehensif dalam menangani diskriminasi di sepak bola Indonesia. Strategi ini diharapkan mencakup edukasi suporter dan kampanye literasi sepak bola yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan dan saling menghormati.

“Kita harus mulai melakukan langkah-langkah literasi kepada suporter agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Arya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa atmosfer stadion harus dijaga sebagai ruang aman dan inklusif bagi semua. Sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan tempat suburnya intoleransi.