Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimKutai Kartanegara

Pertanian Masih Jadi Penopang Ekonomi Sebulu, Pengembangan Hortikultura Mulai Dilirik

60
×

Pertanian Masih Jadi Penopang Ekonomi Sebulu, Pengembangan Hortikultura Mulai Dilirik

Sebarkan artikel ini

KUTAI KARTANEGARA – Sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kecamatan Sebulu. Komoditas kelapa sawit masih mendominasi, didukung oleh sektor peternakan dan perikanan yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, mayoritas warga Sebulu menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Meski sektor tambang ada, kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat belum sebesar sektor pertanian.

Example 300x600

“Pertanian dan perkebunan masih menjadi sektor dominan dalam menopang ekonomi warga. Meskipun sektor tambang juga ada, kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat belum signifikan,” ujar Nurul, Minggu (9/3/2025).

Namun, para petani di Sebulu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses infrastruktur yang belum memadai, jaringan pemasaran terbatas, hingga fluktuasi harga yang kerap merugikan mereka.

Pemerintah Kecamatan Sebulu kini terus menjalin koordinasi dengan berbagai instansi untuk mencari solusi yang berkelanjutan. Upaya pengembangan akses pasar juga dilakukan dengan melibatkan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan koperasi dan BUMDes agar pemasaran hasil pertanian dapat lebih luas dan efisien. Pemkab Kukar juga telah menyalurkan bantuan berupa pupuk dan bibit kepada petani, meskipun belum bisa dilakukan setiap tahun,” jelas Nurul.

Selain kelapa sawit, masyarakat Sebulu mulai melirik sektor hortikultura seperti cabai, tomat, dan berbagai sayuran lainnya. Namun, pengembangan sektor ini masih terkendala modal serta akses terhadap teknologi pertanian modern.

Darmawan, seorang petani cabai di Sebulu, menilai sektor hortikultura memiliki prospek menjanjikan. Namun, tanpa dukungan pelatihan dan akses pasar yang lebih luas, potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya.

“Kalau ada pelatihan tentang teknik pertanian modern dan akses permodalan, tentu hasil produksi bisa meningkat. Pasarnya juga harus lebih luas agar harga tetap stabil,” kata Darmawan.

Pemerintah daerah terus mendorong berbagai program pemberdayaan petani, termasuk pelatihan teknologi pertanian serta pengelolaan usaha tani yang berkelanjutan. Penguatan sektor peternakan dan perikanan juga menjadi fokus pengembangan di Sebulu.

“Selain bertani, banyak warga yang mulai beralih ke sektor peternakan dan perikanan sebagai sumber penghasilan tambahan. Kami berharap ada lebih banyak dukungan dari pemerintah maupun swasta agar pengembangannya lebih optimal,” tambah Nurul. (Adv/Diskominfo Kukar)