Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

Masjid Nusantara di IKN Capai 60%, Gibran: Ini Simbol Persatuan Bangsa

131
×

Masjid Nusantara di IKN Capai 60%, Gibran: Ini Simbol Persatuan Bangsa

Sebarkan artikel ini

Sorotan Utama:

  • Progres pembangunan mencapai 60%, target selesai Oktober 2025
  • Masjid dikelilingi air dan jembatan, termasuk akses VIP dan utama
  • Adhi Karya sebagai kontraktor, didampingi konsultan Yodya Karya dan Ciriajasa
  • Luas bangunan 61.500 m², kapasitas awal 6.000 jamaah, hingga 28.000 dengan fasilitas tambahan
  • Struktur baja dome & menara telah hampir seluruhnya terpasang
  • Fasilitas ibadah lain (gereja, basilika, wihara) juga tengah dibangun
  • Desain visioner dengan plaza, grand stair, dan auditorium multifungsi

IKN UPDATE – Di tengah kunjungannya ke Ibu Kota Negara (IKN) hari ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Masjid Nusantara yang kini telah mencapai 60%. Dalam pernyataannya, Gibran menyebut masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi simbol besar persatuan dan semangat keberagaman Indonesia.

Example 300x600

“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia akan menjadi ikon spiritual dan simbol dari nilai-nilai toleransi di tanah ibu kota baru kita,” ujar Gibran di lokasi pembangunan, Selasa (28/5/2025).

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke IKN, Rabu 28 Mei 2025

Masjid Nusantara dirancang sebagai mahakarya religius modern yang akan menjadi pusat peribadatan dan kebudayaan di kawasan inti pusat pemerintahan IKN. Proyek ini ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Berdiri megah di atas lahan 3,2 hektar dari total 5 hektar, masjid ini memiliki desain kontemporer dengan elemen dome plaza, menara setinggi 99 meter, dan area salat berkapasitas awal sekitar 6.000 jamaah.

Dikelilingi oleh elemen air dan dihubungkan oleh beberapa jembatan serta akses khusus seperti pintu VIP dan pintu utama, masjid ini hadir dengan konsep arsitektur yang menyatu dengan alam dan memperkuat nuansa spiritualitas.

Proyek dikerjakan oleh kontraktor Adhi Karya dengan dukungan dari konsultan Yodya Karya dan Ciria Jasa Engineering Consulting. Bangunan utama seluas 61.500 m² dilengkapi area komersial dan fasilitas penunjang. Menurut laporan teknis, struktur baja atap dome telah selesai 100% untuk tahap fabrikasi on-site, sementara menara hampir terpasang seluruhnya.

Fasad masjid menggunakan panel alumunium solid yang berfungsi menjaga kenyamanan termal. Visualisasi 3D menunjukkan bentuk futuristik, lengkap dengan grand stair di plaza utama dan auditorium multifungsi yang akan menampung kegiatan skala besar.

Menariknya, di kawasan yang sama juga tengah dibangun fasilitas ibadah lintas agama, mulai dari basilika, gereja, hingga wihara. Ini menjadi pernyataan kuat IKN sebagai kawasan toleran dan inklusif.

“Keberadaan fasilitas ibadah lintas agama ini mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya—majemuk, damai, dan saling menghargai,” tambah Gibran.

Secara keseluruhan, Masjid Nusantara dirancang untuk mampu menampung hingga 28.000 orang melalui integrasi area salat, auditorium, dan plaza. Dengan pendekatan arsitektur visioner dan kolaborasi lintas profesi, proyek ini diyakini akan menjadi salah satu ikon monumental Indonesia di masa depan.

Dengan fondasi kuat pada nilai religius dan harmoni sosial, Masjid Nusantara diproyeksikan menjadi cahaya simbolis baru dari pusat pemerintahan Indonesia yang sedang dibangun: inklusif, modern, dan berakar pada semangat persatuan bangsa.