Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

IKN Masuki Tahap Dua Pembangunan, Sepaku dan Kukar Jadi Fokus Penataan

107
×

IKN Masuki Tahap Dua Pembangunan, Sepaku dan Kukar Jadi Fokus Penataan

Sebarkan artikel ini

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi berlanjut ke tahap dua. Otorita IKN menandatangani sembilan paket proyek baru yang tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar), mencakup infrastruktur jalan, ruang terbuka hijau (RTH), hingga penataan kawasan sosial-ekonomi aktif di Sepaku.

Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H Sumadilaga, menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut tak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh langsung ruang hidup masyarakat lokal.

Example 300x600

“Penataan Sepaku bukan di lahan kosong. Ini kawasan hidup dengan interaksi sosial dan ekonomi yang dinamis,” ujarnya, Sabtu (29/6/2025).

Salah satu proyek yang disorot adalah revitalisasi Pasar Sepaku. Dalam prosesnya, warga dilibatkan melalui mekanisme voting untuk menentukan desain pasar baru. Selama konstruksi, pedagang akan direlokasi sementara, dan diharapkan kembali berdagang di pasar yang telah ditata ulang.

Selain itu, kawasan glamping yang sebelumnya bersifat komersial akan dikembangkan menjadi ruang publik edukatif. Danis menjelaskan, kawasan ini akan menjadi ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk riset, pembelajaran, hingga rekreasi berbasis kehutanan tropis.

Secara keseluruhan, infrastruktur jalan yang dibangun sepanjang 12,3 kilometer menelan anggaran sekitar Rp 3,04 triliun. Sementara untuk penataan kawasan olahraga, RTH, dan Sepaku dialokasikan sekitar Rp 313 miliar. Semua proyek ini dibiayai melalui APBN 2025.

Sementara itu, di wilayah penyangga IKN, Pemkab Penajam Paser Utara terus memperkuat ekonomi kreatif melalui ajang budaya tahunan Penajam Paser Utara Fest. Digelar pada 1–4 Juli 2025 di Taman Alun-Alun Penyambolan, festival ini menjadi ruang ekspresi seni, budaya, dan promosi UMKM lokal.

Bupati PPU Mudyat Noor menyebut, festival yang kini memasuki tahun ketiga itu membawa dampak positif bagi masyarakat dari sisi sosial, budaya, hingga ekonomi. “Ini panggung identitas lokal yang inklusif dan mendorong daya saing masyarakat di tengah pembangunan IKN,” tegasnya.

Berbagai kegiatan digelar dalam semangat “Kejam Reborn”, mulai dari parade tari, festival musik, senam ronggeng, hingga pemilihan duta wisata. Festival ini diharapkan menjadi ajang tahunan yang memperkuat posisi PPU sebagai bagian penting dari wajah baru ibu kota Indonesia.