Sebanyak 11 kepala daerah terpilih di Kalimantan Timur seharusnya dilantik serentak pada 6 Februari 2025. Namun, empat pasangan kepala daerah tertunda pelantikannya karena masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Keempat daerah yang masih dalam proses sengketa adalah Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Timur, serta kepala daerah terpilih Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu.
Komisioner KPU Kaltim, Suardi, menegaskan bahwa pelantikan hanya akan dilakukan bagi kepala daerah yang tidak menghadapi gugatan di MK.
“Ada tujuh kepala daerah yang sudah ditetapkan oleh masing-masing KPU kabupaten/kota dan akan dilantik pada 6 Februari 2025. Sementara empat daerah lainnya masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi,” jelas Suardi, Sabtu (1/2/2025).
Keputusan pelantikan serentak bagi kepala daerah tanpa sengketa MK telah disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri, KPU, Bawaslu, dan DKPP pada 22 Januari 2025.
Daftar Kepala Daerah yang Pelantikannya Tertunda:
- Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim: Rudy Mas’ud – Seno Aji
- Kabupaten Berau: Sri Juniarsij Mas – Gamalis
- Kabupaten Kutai Kartanegara: Edi Damansyah – Rendi Solihin
- Kabupaten Mahakam Ulu: Owena Mayang Shari Belawan – Stanislausliah
Sementara itu, tujuh kepala daerah lainnya yang tidak menghadapi sengketa akan dilantik sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Daftar Kepala Daerah yang Akan Dilantik pada 6 Februari 2025:
- Kota Samarinda: Andi Harun – Saefuddin Zuhri
- Kota Balikpapan: Rahmad Mas’ud – Bagus Susetyo
- Kota Bontang: Neni Moerniaeni – Agus Haris
- Kabupaten Kutai Timur: Ardiansyah Sulaiman – Mahyunadi
- Kabupaten Paser: Fahmi Fadli – Ikhwan Antasari
- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU): Mudiyat Noor – Abdul Waris Muin
- Kabupaten Kutai Barat: Frederick Edwin – Nanang Adriani
Suardi menambahkan bahwa pelantikan bagi empat kepala daerah yang masih bersengketa akan dilakukan setelah ada putusan berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Konstitusi.
“Pelantikan baru bisa dilakukan setelah ada keputusan final dari MK. Kami masih menunggu hasilnya,” pungkasnya.




























