Pemerintah Desa Loa Raya, Kutai Kartanegara, mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan Koperasi Merah Putih yang akan fokus mengelola potensi batu padas di wilayah tersebut.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyebutkan batu padas dari wilayahnya memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, dengan permintaan yang terus meningkat, termasuk dari luar daerah.
“Batu padas di Loa Raya cukup diminati. Pemesanan datang tidak hanya dari Kukar, tapi juga dari Samarinda,” ujar Martin, Minggu (15/6/2025).
Batu padas tersebut berasal dari lahan bekas tambang dan selama ini dikelola langsung oleh warga, termasuk dalam hal penyediaan alat berat dan proses pemecahan batu sesuai kebutuhan pembeli. Martin berharap koperasi bisa memperkuat usaha ini secara kelembagaan.
“Jika koperasi berjalan, kita akan alokasikan anggaran untuk membeli alat berat agar kegiatan ini bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Meski mengembangkan koperasi baru, Pemerintah Desa memastikan tidak akan mengabaikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Raya yang sudah lebih dulu berdiri sejak 2020.
BUMDes tersebut fokus pada penyediaan pakan ikan, pupuk, dan alat pertanian untuk mendukung mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani dan pembudidaya ikan keramba.
Menurut Martin, Koperasi Merah Putih tidak akan dibatasi sebagai lembaga simpan pinjam saja, melainkan diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang lebih luas.
“Koperasi ini nantinya akan berfungsi juga sebagai pusat edukasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan penguatan jaringan pemasaran baik antaranggota maupun lintas desa,” jelasnya.
Dengan bersinergi bersama BUMDes, Pemerintah Desa Loa Raya menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di tingkat desa.




























