Example 325x300
Example floating
Example floating
BalikpapanKaltim

Balikpapan Krisis Air, Harus Ada Solusi Jangka Panjang

146
×

Balikpapan Krisis Air, Harus Ada Solusi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Sabaruddin Panrecalle

BALIKPAPAN_Krisis air yang melanda Kota Balikpapan saat ini telah menimbulkan keprihatinan di kalangan pemerintah setempat. Dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan telah mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah drastis guna mengatasi krisis ini.

Pemerintah Kota Balikpapan baru-baru ini mengeluarkan imbauan kepada warganya agar melakukan penghematan air yang ketat. Salah satu imbauan yang paling mencolok adalah saran agar masyarakat hanya mandi sekali sehari untuk mengurangi penggunaan air. Meskipun tindakan ini diambil dengan niat baik untuk mengatasi krisis air, tetapi tidak semua pihak setuju bahwa ini adalah solusi terbaik.

Example 300x600

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Sabaruddin Panrecale, mengemukakan bahwa imbauan tersebut mungkin tidak akan memberikan solusi jangka panjang yang dibutuhkan. Ia merasa agak bingung terkait visi misi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) saat ini, yang seharusnya telah mempersiapkan langkah-langkah yang lebih proaktif dalam menghadapi situasi seperti ini.

Menurut Sabaruddin, pemerintah kota seharusnya telah memikirkan tindakan preventif sebelum krisis air ini menjadi begitu mendesak. Saat musim hujan, air berlimpah di berbagai tempat, dan pemerintah seharusnya berpikir tentang cara memaksimalkan sumber daya ini, seperti membangun penampungan air atau sumur bor untuk masyarakat guna menghadapi kemarau.

“Jangan ketika kemarau baru mereka panik dan seenaknya saja meminta masyarakat hemat air, mandi sekali karena air di bendungan sudah mau habis. Kenapa tidak berpikir kedepan untuk mempersiapkan ini dengan memaksimalkan bendali yang ada untuk cadangan air atau membuat sumur bor agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara bersama-sama,” kata Sabaruddin kepada media setempat.

Sabaruddin juga mengusulkan langkah-langkah inovatif, seperti pengolahan air laut menjadi air tawar atau desalinasi. Meskipun biayanya mungkin tinggi, Sabaruddin meyakini bahwa jika hal ini untuk kepentingan masyarakat banyak, maka biayanya seharusnya bukan menjadi hambatan. Ia menekankan bahwa PTMB harus berani melakukan investasi dalam teknologi desalinasi air laut, seperti yang sudah berhasil diterapkan di negara maju.

“Manfaatkan air payau untuk dialirkan ke Waduk Manggar dan Waduk Teritip dengan menerapkan desalinasi air laut. Contohnya Singapura dan negara-negara di Eropa mereka bisa menerapkan itu,” tambah Sabaruddin.

Dalam situasi yang semakin memburuk, nampaknya pemerintah Kota Balikpapan perlu segera merumuskan langkah-langkah yang lebih proaktif dan inovatif dalam mengatasi krisis air yang sedang berlangsung, demi kesejahteraan masyarakatnya.(dim)