Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Aulia-Rendi Unggul di PSU Kukar 2025, Serukan Rekonsiliasi dan Kolaborasi

48
×

Aulia-Rendi Unggul di PSU Kukar 2025, Serukan Rekonsiliasi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, menegaskan bahwa kemenangan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari rekonsiliasi dan kerja bersama membangun daerah. Pernyataan ini disampaikan sesaat setelah keduanya dinyatakan unggul dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025.

Berdasarkan hasil hitung cepat internal Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) DPC PDI Perjuangan Kukar, Aulia-Rendi meraih suara mayoritas sebesar 56,74 persen. Sementara hasil real count dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) mencatat angka yang lebih tinggi, yakni 57,7 persen.

Example 300x600

Pasangan nomor urut 02, Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Zais, hanya memperoleh 14,1 persen suara. Sedangkan pasangan nomor urut 03, Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, meraih 28,2 persen.

Alih-alih merayakan kemenangan secara euforia, Aulia dan Rendi memilih untuk mengedepankan pesan persatuan. Dalam pidato singkatnya di hadapan awak media, Aulia mengulurkan tangan persaudaraan kepada dua pasangan calon lain yang menjadi rivalnya di kontestasi Pilkada.

“Pertarungan ini bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita bisa duduk bersama setelahnya. Kami ingin bersanding, bukan semata bertanding,” ujar Aulia.

Ia menyebut para rivalnya sebagai putra-putra terbaik Kukar yang memiliki gagasan dan ide berharga. Menurutnya, seluruh pemikiran itu harus disatukan untuk membangun Kukar secara kolektif dan inklusif.

“Kami percaya Kukar ini terlalu besar untuk dibangun oleh satu kelompok saja. Kita butuh semua kekuatan, semua pikiran, semua hati,” tambahnya.

Lebih jauh, Aulia menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan menghargai perbedaan. Ia memuji masyarakat Kutai yang mampu menjunjung adat dan menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan politik.

“Politik tidak memecah belah kita, tapi menyatukan. Ini kekuatan sejati orang Kutai,” tegasnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim pemenangan, relawan, simpatisan, dan masyarakat Kukar yang telah menjaga proses demokrasi dengan damai. Aulia menyebut suara yang mereka raih adalah simbol dari harapan dan semangat perubahan.

“Ini bukan sekadar angka. Ini suara rakyat Kukar yang ingin perubahan, yang lahir dari peluh dan semangat luar biasa,” ucapnya penuh haru.

Tak lupa, apresiasi diberikan kepada penyelenggara Pilkada—KPU, Bawaslu, serta aparat TNI-Polri—yang telah memastikan PSU berjalan aman dan tertib.

“Tidak ada satu pun insiden yang mencederai proses demokrasi kita. Ini kemenangan bagi kita semua, termasuk bagi demokrasi Kukar,” tutup Aulia.