Example 325x300
Example floating
Example floating
BalikpapanEkopolIKNKaltim

BI Proyeksi Ekonomi Kaltim 2026 Tumbuh 3,5 Persen, IKN Jadi Penopang

17
×

BI Proyeksi Ekonomi Kaltim 2026 Tumbuh 3,5 Persen, IKN Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini
Fasilitas industri migas di Balikpapan yang menjadi penopang ekonomi Kaltim 2026 bersama pembangunan IKN
Ilustrasi fasilitas industri migas di Balikpapan. Sumber foto: IniBalikpapan/PT KPI, diolah ringan untuk kebutuhan editorial.

Ekonomi Kaltim 2026 diproyeksikan tetap tumbuh positif di tengah dorongan proyek industri, konstruksi, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bank Indonesia Kalimantan Timur memperkirakan pertumbuhan ekonomi daerah berada di kisaran 2,5 persen hingga 3,5 persen sepanjang 2026.

Proyeksi itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayu Adi Hardiyanto dalam kegiatan Training of Trainer di Hotel Novotel Suites, Yogyakarta, Jumat (18/9/2026). Bagi Kalimantan Timur, peta pertumbuhan tahun ini tidak hanya bertumpu pada komoditas, tetapi juga pada hilirisasi industri, investasi, dan keberlanjutan pembangunan kawasan Nusantara.

Example 300x600

RDMP Balikpapan dan IKN Masuk Motor Pertumbuhan

Bayu menyebut industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama. Peningkatan kapasitas pengilangan minyak dan gas melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai membuka ruang bagi aktivitas industri turunan dan memperluas rantai ekonomi daerah.

Selain itu, aktivitas konstruksi dan investasi diperkirakan tetap memberi kontribusi kuat. Pembangunan IKN disebut menjadi salah satu pendorong, terutama pengembangan ekosistem tahap kedua yang mencakup kawasan legislatif dan yudikatif.

“Pengembangan proyek industri dan investasi swasta di kawasan industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya kemajuan proyek Soda Ash di Bontang yang memperkuat aktivitas konstruksi,” ujar Bayu, dikutip dari ProPublika yang merujuk laman Kaltimprov, Sabtu (19/9/2026).

Kaltim Masih Ditopang SDA, Tapi Mulai Cari Mesin Baru

Di luar konstruksi dan investasi, sektor berbasis sumber daya alam seperti pertanian dan pertambangan masih menjadi pilar ekonomi Kaltim. Permintaan crude palm oil (CPO) domestik untuk program biodiesel diperkirakan mendukung industri pengolahan kelapa sawit.

Sementara itu, batu bara masih terbantu permintaan energi dari negara mitra dagang dan peluang relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Namun, BI juga mengingatkan adanya faktor yang harus terus dipantau, mulai dari kuota produksi, biaya energi, logistik, hingga dinamika cuaca.

“Untuk menjaga momentum ini, perkembangan kuota produksi, biaya energi dan logistik, serta dinamika cuaca tetap harus dicermati secara ketat,” jelas Bayu.

Pariwisata Didorong Agar Ekonomi Tak Bertumpu Komoditas

Ke depan, BI mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini dinilai penting agar struktur ekonomi Kaltim tidak terlalu bergantung pada komoditas mentah.

Bagi kawasan sekitar Nusantara, arah ini relevan karena pembangunan IKN ikut mengubah kebutuhan layanan, mobilitas, investasi, dan aktivitas ekonomi di Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, hingga Bontang. Dengan basis ekonomi yang lebih beragam, pertumbuhan Kaltim diharapkan lebih tahan terhadap gejolak komoditas.

Kata IKN sebelumnya juga mencatat sejumlah perkembangan pembangunan kawasan Nusantara, termasuk pemasangan sensor deteksi dini karhutla di IKN dan penyelesaian paket jalan KIPP IKN. Konteks tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Kaltim 2026 akan tetap dipengaruhi ritme pembangunan fisik, investasi, dan kebutuhan layanan di sekitar ibu kota baru.

Sumber rujukan: IniBalikpapan dan ProPublika.