Balikpapan, 25 Juli 2026 — Gubernur Kalimantan Timur mendorong skema bankeu 2027 diubah menjadi bantuan langsung agar manfaat anggaran daerah lebih cepat dirasakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat.
Gagasan itu menempatkan pemerataan pembangunan sebagai tujuan utama. Dengan pola penyaluran yang lebih langsung, daerah diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengeksekusi kebutuhan paling mendesak, mulai dari layanan publik, konektivitas, hingga dukungan infrastruktur dasar.
Fokus ke pemerataan pembangunan
Di Kaltim, kebijakan anggaran yang menyentuh kebutuhan lapangan kerap menjadi perhatian karena wilayah ini ikut memikul beban pembangunan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Skema bantuan langsung dinilai bisa memperkecil jarak antara rencana anggaran dan dampak yang benar-benar dirasakan di daerah.
Untuk konteks anggaran daerah lain, baca juga Balikpapan Ikut Susun RKA-K/L 2027 di Samarinda agar gambaran prioritas fiskal Kaltim terlihat lebih utuh.
Namun, pelaksanaan skema itu tetap perlu dirancang hati-hati. Pemerintah daerah harus memastikan kriteria penerima, besaran bantuan, dan mekanisme pengawasan disusun transparan agar penyaluran dana tepat sasaran dan tidak memunculkan beban administrasi baru.




























