Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN TerkiniPPU

Otorita IKN Perkuat Pencegahan Stunting di Sepaku, Suwito: Tak Boleh Ada Lagi Kelahiran Stunting

11
×

Otorita IKN Perkuat Pencegahan Stunting di Sepaku, Suwito: Tak Boleh Ada Lagi Kelahiran Stunting

Sebarkan artikel ini
Pelatihan kader Posyandu Otorita IKN di Sepaku untuk pencegahan stunting dan edukasi kesehatan reproduksi warga
Pelatihan kader Posyandu di Sepaku untuk penguatan pencegahan stunting di wilayah IKN.

KATAIKN.COM, PENAJAM PASER UTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat pencegahan stunting di wilayah Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melalui pelatihan kader Posyandu dan edukasi kesehatan reproduksi di Puskesmas Maridan, Jumat (12/6/2026). Langkah ini ditempuh untuk menekan prevalensi stunting di kawasan IKN sekaligus menyiapkan generasi sehat bagi ibu kota baru.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Menurut dia, pembangunan manusia harus berjalan bersamaan agar kawasan IKN diisi sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.

Example 300x600

“Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan,” kata Suwito dalam kegiatan penguatan kapasitas kader Posyandu.

Prevalensi stunting di IKN masih 18 persen

Otorita IKN mencatat prevalensi stunting di wilayah IKN masih berada di kisaran 18 persen. Karena itu, pencegahan dilakukan lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Puskesmas, BKKBN, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), serta kader Posyandu yang mendampingi keluarga di tingkat desa.

Suwito menekankan target jangka panjangnya bukan sekadar menurunkan angka yang ada saat ini, melainkan mencegah lahirnya kasus baru. “Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara,” ujarnya.

Intervensi dimulai sebelum kehamilan

Program pencegahan yang dijalankan mencakup edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian tablet tambah darah kepada calon pengantin dan wanita usia subur, pendampingan keluarga, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu dan tenaga kesehatan. Pendekatan ini dipilih karena stunting dipengaruhi bukan hanya oleh asupan gizi, tetapi juga kondisi kesehatan reproduksi, pola pengasuhan, dan lingkungan keluarga.

Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai kolaborasi lintas lembaga membantu memperluas edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Di sisi lain, kader Posyandu Maridan, Seminawati, berharap pelatihan serupa terus berlanjut agar pengetahuan yang diperoleh bisa langsung diterapkan saat mendampingi warga.

Penguatan kualitas manusia di kawasan Nusantara juga terlihat dalam agenda kolaborasi Otorita IKN dengan empat kampus untuk SDM dan riset serta perluasan program literasi dan numerasi SD di Sepaku. Upaya itu menunjukkan pembangunan IKN mulai diarahkan tidak hanya pada gedung dan infrastruktur, tetapi juga kualitas generasi yang akan tumbuh di wilayah tersebut.

Informasi kegiatan ini merujuk pada rilis resmi Otorita IKN dan penguatan laporan media lokal yang memantau pelaksanaan kegiatan di wilayah IKN.