KATAIKN.COM, Penajam Paser Utara — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menanam 1.153 pohon di Ruang Terbuka Hijau Embung H, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kecamatan Sepaku, Jumat, 6 Juni 2026. Aksi ini dilakukan untuk memperkuat ruang hijau, memperkaya ekosistem, dan menegaskan arah pembangunan IKN sebagai kota hutan yang tumbuh selaras dengan alam.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan kegiatan menanam pohon sudah menjadi budaya yang terus dijaga di kawasan ibu kota baru. Menurut dia, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Penghijauan diperluas di kawasan inti IKN
Penanaman berlangsung di RTH Embung H KIPP IKN dengan melibatkan unsur OIKN, Perbanas, serta partisipasi berbagai pihak yang ikut mendorong agenda lingkungan di Nusantara. Lokasi ini berada di Sepaku, wilayah yang menjadi salah satu simpul utama pembangunan kawasan inti pemerintahan.
Dalam kegiatan tersebut, pohon yang ditanam mencakup sejumlah spesies seperti balangeran, meranti, kapur, kapuk, ketapang laut, trembesi, tanaman buah, dan kemiri. Ragam vegetasi itu dipilih untuk membantu penyerapan karbon, menjaga kualitas udara, dan memperkuat habitat satwa di sekitar kawasan pembangunan.
Basuki tekankan pembangunan IKN harus selaras dengan alam
Basuki menegaskan kebiasaan menanam pohon di IKN terus dilakukan secara berkala. “Kegiatan menanam pohon telah menjadi budaya yang terus dijaga di IKN,” demikian penegasan yang disampaikan dalam agenda penghijauan tersebut.
OIKN juga menyebut lebih dari 16 hektare area di IKN telah ditanami sejak 2024. Dengan capaian itu, penghijauan tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di ibu kota baru.
Partisipasi publik dinilai penting untuk konsep forest city
Keterlibatan komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting agar konsep forest city tidak berhenti pada desain kawasan. Pola kolaborasi seperti ini juga terlihat dalam sejumlah agenda lingkungan lain di IKN, termasuk upaya menjaga keanekaragaman hayati yang mulai kembali terlihat di kawasan Nusantara. Baca juga: Beruang Madu hingga Lutung Merah Kembali Muncul, OIKN Sebut Ekosistem IKN Mulai Pulih.
Untuk konteks lebih lanjut, publik juga dapat menelusuri laporan sumber mengenai agenda penanaman pohon ini melalui laporan awal kegiatan penghijauan OIKN dan Perbanas. Bagi kawasan penyangga IKN, agenda semacam ini penting karena kualitas tutupan hijau di Sepaku dan sekitarnya akan ikut menentukan daya dukung lingkungan jangka panjang.




























