Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

OIKN Libatkan Putra-Putri Kalimantan, 31,5 Persen CASN Asal Daerah

139
×

OIKN Libatkan Putra-Putri Kalimantan, 31,5 Persen CASN Asal Daerah

Sebarkan artikel ini

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menunjukkan komitmen serius dalam membangun pemerintahan yang inklusif dengan melibatkan warga lokal, khususnya putra-putri Kalimantan, dalam proses pembangunan dan tata kelola ibu kota negara yang baru.

Dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) gelombang pertama, sekitar 31,5 persen peserta berasal dari wilayah Kalimantan.

Example 300x600

“Putra-putri daerah diberikan peran membangun dan mengelola ibu kota negara,” kata Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (3/7/2025).

Dari total 574 CASN yang telah menjalani pendidikan bela negara, sebanyak 181 orang berasal dari Kalimantan. Sementara 274 peserta lainnya berasal dari luar Jawa, seperti Papua, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera. Sisanya, 120 peserta, berasal dari Pulau Jawa. Komposisi ini dinilai sebagai cerminan semangat Indonesia-sentris yang diusung IKN.

Menurut Basuki, CASN tidak hanya direkrut berdasarkan kebutuhan teknis, tetapi juga dibekali dengan semangat pengabdian dan nilai-nilai perjuangan sebagai fondasi karakter. Mereka akan menjadi wajah baru birokrasi IKN yang dituntut profesional, bersih, dan adaptif terhadap perubahan.

“Ini angkatan pertama. Harus jadi teladan birokrasi baru yang jauh dari budaya lama,” ujarnya.

Penempatan para CASN akan dilakukan di rumah susun ASN yang telah dibangun di kawasan IKN. Menariknya, sistem penempatan akan mencampur pegawai baru dan lama untuk membentuk budaya kerja kolaboratif dan mempercepat proses transfer nilai serta pengetahuan.

“Kita mix ASN baru dan lama agar semangat kerjanya tumbuh secara kolektif,” tambah Basuki.

Langkah ini mempertegas bahwa pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang inklusif dan representatif. Basuki menegaskan, wajah Nusantara harus mencerminkan keragaman Indonesia secara nyata—dimulai dari birokrasi.