Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Sikap Politik Jokowi Pilih PSI, NasDem: Nggak Masalah, Tapi Lebih Baik Nikmati Hidup

115
×

Sikap Politik Jokowi Pilih PSI, NasDem: Nggak Masalah, Tapi Lebih Baik Nikmati Hidup

Sebarkan artikel ini

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali menarik perhatian publik setelah menyatakan dirinya lebih memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang masuk bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pernyataan ini pun menuai respons dari berbagai kalangan, termasuk Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni.

Menurut Sahroni, tidak ada yang salah dengan pilihan politik Jokowi. Ia menegaskan bahwa Jokowi memiliki hak untuk menentukan arah politiknya pasca tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Example 300x600

“Beliau (Jokowi) mau ke mana aja boleh kok,” ujar Sahroni kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Meski begitu, Sahroni menyarankan agar Jokowi lebih menikmati masa pensiunnya dan mencontoh ketenangan hidup yang dijalani Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menilai, setelah menjalani tugas negara selama dua periode, Jokowi layak untuk hidup tenang dan fokus pada kehidupan pribadi.

“Tapi saran saya sebagai adik, kiranya Pak Jokowi lihat contoh kaya Pak SBY, hidup tenang dan menikmati hidup setelah tidak lagi jadi presiden. Saya bangga lihatnya,” tambahnya.

Ia juga menyarankan agar urusan politik praktis diserahkan kepada generasi penerus Jokowi, seperti anak dan menantunya, yang kini sudah mulai menempati posisi strategis di pemerintahan dan partai politik.

“Berilah urusan politik bagi anak dan mantu yang saat ini sedang bertugas. Pak Jokowi sebagai ayah harus selalu ngawasin anak dan mantunya yang lagi bekerja untuk rakyat. Insyaallah mereka akan jadi penerus Pak Jokowi ke depan,” kata Sahroni.

Sebelumnya, Jokowi menanggapi kabar bahwa dirinya diusulkan sebagai kandidat ketua umum PPP. Ia dengan santai menyatakan bahwa ia lebih memilih tetap di PSI, partai yang selama ini disebut-sebut sebagai ‘rumah politik’ bagi dirinya setelah tak lagi menjabat sebagai kepala negara.

“Yang di PPP, saya kira banyak caketum yang jauh lebih baik, yang punya kapasitas, kapabilitas, punya kompetensi. Banyak itu calon yang sudah beredar kan banyak. Saya di PSI saja lah,” kata Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (6/6).

Langkah politik Jokowi, baik tetap aktif atau memilih untuk menepi, kini menjadi bagian dari dinamika baru pasca kekuasaannya. Waktu akan menjawab seberapa besar pengaruh politiknya akan terus mewarnai panggung nasional.