IKN UPDATE — Mantan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono, akhirnya angkat bicara setelah keputusannya mundur dari jabatan penting yang pernah ia emban dalam proyek mercusuar pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Bambang menyampaikan kekhawatirannya dengan nada yang tak bisa disembunyikan: “Kalau IKN mangkrak, kita yang rugi. Negara yang rugi. Karena kita sudah menginvestasikan banyak hal — energi, pemikiran, uang,” katanya dengan nada serius namun penuh tanggung jawab, seperti diberitakan Rabu (29/5/2025).
Pernyataan Bambang bukan sekadar peringatan. Ia adalah refleksi seorang teknokrat yang sejak awal menaruh harapan tinggi pada transformasi Indonesia melalui IKN. Ia menyebut IKN bukan sekadar proyek pemindahan ibu kota, tapi “simbol kemajuan Indonesia ke depan.” Maka dari itu, kata Bambang, konsistensi menjadi kunci. “Yang paling penting adalah kita teruskan konsistensi pembangunan,” ujarnya tegas.
Sebelumnya, mundurnya Bambang bersama Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe sempat menjadi perbincangan hangat. Dalam rapat bersama DPR tahun lalu, Bambang sempat mengungkap bahwa dirinya dan Dhony tidak digaji selama 11 bulan. Namun, saat dikonfirmasi Merdeka, ia enggan menjelaskan apakah hal tersebut berkaitan langsung dengan pengunduran dirinya.
“Cukup banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan di media. Tapi saya pastikan, ini semua demi menjaga semangat pembangunan dan arah besar IKN,” ujar Bambang.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN. Namun, publik menaruh harapan agar Bambang tetap terlibat dalam proyek ini, bahkan dari luar struktur formal.
Menutup pernyataannya, Bambang menegaskan bahwa ia akan tetap mendukung IKN, apa pun bentuk kontribusinya ke depan. “Saya akan tetap mendukung dari luar, dengan kapasitas saya sebagai pribadi dan profesional. Karena IKN adalah masa depan kita semua.”




























