Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Dirut Pertamina Ungkap Dampak Ekonomi Global dan Perang Dagang terhadap Sektor Migas Nasional

73
×

Dirut Pertamina Ungkap Dampak Ekonomi Global dan Perang Dagang terhadap Sektor Migas Nasional

Sebarkan artikel ini

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memaparkan berbagai tantangan yang tengah dihadapi sektor minyak dan gas nasional akibat ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya perang dagang internasional. Menurut Simon, kondisi ini telah memberi tekanan besar terhadap stabilitas industri migas dalam negeri sejak tahun lalu.

Salah satu dampak utama yang disebutkan adalah penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap negara mitra dagangnya, serta meningkatnya produksi minyak dari sejumlah negara, yang memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) di pasar global.

Example 300x600

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga rata-rata minyak mentah dunia turun dari US$ 75 menjadi sekitar US$ 65 per barel,” ungkap Simon dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (23/5/2025).

Ia juga menambahkan bahwa melimpahnya kapasitas produksi kilang baru di berbagai negara turut memperlebar selisih antara harga minyak mentah dan harga produk hasil pengolahan, sehingga semakin menekan margin usaha.

Selain penurunan harga minyak, Simon menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai tekanan lain yang signifikan. Sebagian besar transaksi Pertamina, termasuk untuk keperluan impor migas, dilakukan dalam mata uang asing, sehingga fluktuasi nilai tukar berdampak langsung terhadap beban biaya operasional.

Meski berada dalam situasi menantang, Pertamina tetap menjalankan berbagai strategi untuk menjaga kinerja dan stabilitas bisnis. Perusahaan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, baik di sektor hulu maupun hilir, serta meningkatkan daya tahan operasional di semua lini usaha.

Langkah lainnya adalah diversifikasi sumber dan jalur impor migas untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh ketegangan geopolitik. Pertamina juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah guna memperoleh dukungan kebijakan strategis dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Alhamdulillah, berkat berbagai langkah tersebut, Pertamina tetap mampu menjaga kinerja positif dan terus memberikan kontribusi optimal bagi negara,” ujar Simon.