Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi memasuki tahap kedua. Pada fase ini, pemerintah menandatangani sembilan proyek strategis yang akan mempercepat realisasi kota masa depan Indonesia.
Fokusnya kini bergeser ke infrastruktur lanjutan dan penguatan layanan publik setelah penyelesaian fase awal yang mencakup jalan akses, hunian pekerja, dan gedung pemerintahan.
Pelaksana tugas Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga, mengatakan bahwa proyek-proyek dalam tahap kedua ini meliputi tujuh pembangunan infrastruktur jalan serta penataan kawasan olahraga, ruang terbuka hijau, dan wilayah Sepaku.
“IKN kini masuk tahap dua pembangunan,” ujar Danis, Sabtu (28/6/2025).
Kawasan Sepaku menjadi salah satu titik penting dalam proyek ini. Penataan tidak dilakukan di lahan kosong, melainkan menyasar area yang telah aktif digunakan masyarakat, seperti Pasar Sepaku yang menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal.
Menariknya, desain pasar baru dipilih melalui proses voting oleh warga, agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pembangunan pasar akan dilaksanakan di atas lahan milik desa. Sementara konstruksi berlangsung, para pedagang akan direlokasi ke lokasi sementara dan nantinya kembali menempati bangunan baru setelah rampung.
Selain itu, penataan juga menyasar kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau, termasuk area glamping yang akan dikembangkan menjadi ruang publik multifungsi.
Kawasan ini dirancang untuk menunjang kegiatan edukasi, riset, hingga rekreasi. Lokasinya berada di sekitar hutan tropis yang kaya potensi untuk menjadi pusat pembelajaran kehutanan.
Untuk mendukung proyek-proyek ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp3,04 triliun dari APBN 2025 untuk peningkatan kualitas jalan sepanjang 12,3 kilometer. Sementara itu, penataan kawasan olahraga, ruang terbuka hijau, dan Sepaku digelontorkan anggaran sebesar Rp313,2 miliar.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun IKN sebagai kota yang hijau, modern, dan berkelanjutan.




























