Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekopol

Sri Mulyani: Investor Enggan Lirik Proyek Infrastruktur karena Pendanaan Tak Jelas

90
×

Sri Mulyani: Investor Enggan Lirik Proyek Infrastruktur karena Pendanaan Tak Jelas

Sebarkan artikel ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap alasan utama investor kerap enggan menanamkan modal dalam proyek infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, penyebab utama terletak pada ketidakjelasan perencanaan pendanaan.

Berbicara dalam ajang International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center, Kamis (12/6), Sri Mulyani menegaskan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur tak hanya bergantung pada rancangan teknis atau model pembiayaan yang inovatif, tetapi juga pada kepastian pendanaan yang kredibel.

Example 300x600

“Kalau proyek infrastruktur tidak memiliki rencana pendanaan yang jelas—siapa yang akan membayar di ujungnya—maka sebaik apa pun struktur pembiayaannya, investor hanya akan tersenyum, mengangguk, lalu pergi,” ujar perempuan yang akrab disapa Ani itu.

Ia menjelaskan pentingnya membedakan dua istilah yang kerap disalahartikan: funding dan financing. Financing, menurutnya, menyangkut bagaimana proyek dibiayai, misalnya melalui pinjaman atau skema investasi. Sementara funding merujuk pada siapa yang pada akhirnya membayar layanan dari proyek tersebut, seperti pengguna jalan tol atau pemerintah.

Dalam konteks keterbatasan ruang fiskal yang dihadapi Indonesia, Ani mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada solusi instan yang hanya fokus pada pembiayaan.

Ia menekankan pentingnya desain proyek yang realistis, termasuk dalam memilih jenis proyek, menyiapkan studi kelayakan, serta menetapkan skema harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau pendanaan tidak dipikirkan matang, pemerintah bisa saja kembali ke cara lama yang tidak efisien,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya subsidi yang transparan dan terukur untuk menjaga daya tarik proyek tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal.

“Solusi nyata terletak pada pemilihan proyek yang tepat, persiapan yang matang, dan struktur pendanaan yang sesuai risiko,” pungkasnya.