Example 325x300
Example floating
Example floating
KaltimSamarinda

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Samarinda, Warga Mengantre Berjam-jam

115
×

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Samarinda, Warga Mengantre Berjam-jam

Sebarkan artikel ini

Kelangkaan gas LPG 3 kg di Samarinda masih berlanjut, menyebabkan antrean panjang di berbagai pangkalan hingga Senin (10/2/2025).

Warga harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan gas bersubsidi, sementara harga di pengecer melambung tinggi.

Example 300x600

Di salah satu pangkalan di Jalan Komplek Pelita, antrean mengular sejak pagi. Saat pihak pangkalan bertanya siapa yang belum mendapatkan gas, banyak warga langsung mengacungkan tangan.

Titin (45), seorang pedagang gorengan, mengaku tidak punya pilihan selain ikut antre karena harga gas di pengecer jauh lebih mahal.

“Kalau habis, sudah keliling-keliling tapi gak ada. Kalau di pangkalan walaupun harus antre tiga sampai empat jam, yang penting dapat,” ujar Titin.

Ia juga mengeluhkan sulitnya mencari gas di pengecer.

“Kalau di pangkalan habis, kita cari ke pengecer, tapi sering kosong juga,” tambahnya.

Titin berharap agar pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi gas lebih lancar dan harga tetap terjangkau.

“Tolonglah disampaikan ke Pak Presiden kalau rakyatnya mau beli gas LPG supaya enak,” katanya.

Senada dengan Titin, Sri Wahyuni (36) juga merasa terdampak oleh kelangkaan LPG 3 kg.

“Kalau bisa pemerintah kasih lancar distribusinya dan harganya tetap Rp18.000,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan kepada Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden terpilih dalam Pilpres 2024, agar memperhatikan kesulitan masyarakat.

“Mas Gibran, tolong ya warganya diperhatikan. Susah cari gas di pengecer, Pak,” pintanya.

Harga LPG 3 kg di tingkat pengecer saat ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.000 per tabung. Warga mengaku harus membeli dengan harga mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per tabung.

Menurut Henry Eko, Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, pihaknya telah mendistribusikan LPG 3 kg melalui 23 agen resmi di Samarinda.

“Kami menyalurkan LPG bersubsidi sesuai kuota yang ditetapkan. Namun, harga di pengecer tidak berada dalam kewenangan Pertamina,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyatakan bahwa pada tahun 2024, Samarinda mendapatkan kuota sekitar 9,8 juta tabung LPG 3 kg.

“Seharusnya, kuota ini cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Namun, karena distribusi yang tidak merata dan penggunaan yang tidak tepat sasaran, terjadi kelangkaan di banyak tempat,” kata Iswandi.