Kalimantan Timur menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan operasi udara. Dukungan bantuan dari Australia dikerahkan untuk memperkuat penanganan kebakaran pada Kamis, 5 November 2026.
Operasi udara diperkuat
Langkah ini diarahkan untuk mempercepat pemadaman pada titik api yang sulit dijangkau dari darat. Operasi udara juga diposisikan sebagai bagian dari respons terpadu agar api tidak meluas dan asap tidak mengganggu warga.
Penanganan dilakukan dengan mengutamakan pemantauan titik panas, pengerahan personel, serta koordinasi lintas lembaga. Informasi mengenai lokasi dan perkembangan api menjadi dasar penentuan prioritas operasi.
Warga diminta waspada
Masyarakat di wilayah rawan diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kemunculan asap atau api kepada petugas. Pencegahan dini dinilai penting karena kondisi kering dapat mempercepat penyebaran kebakaran.
Operasi akan dievaluasi berdasarkan perkembangan titik api dan kondisi lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur penanganan bencana tetap diminta menjaga kesiapsiagaan selama ancaman karhutla masih berlangsung.




























