Indonesia memanfaatkan panggung World Expo 2025 di Osaka, Jepang, sebagai etalase untuk menarik investasi asing dan memperkuat diplomasi ekonomi global. Berlangsung sejak 13 April hingga 13 Oktober, ajang ini diikuti oleh 158 negara dan menjadi ajang lima tahunan yang bergengsi.
Melalui Paviliun Indonesia seluas 1.750 meter persegi, pemerintah menghadirkan lebih dari sekadar pertunjukan budaya. Paviliun ini menjadi ruang dialog, kolaborasi, dan promosi investasi lintas sektor — dari energi bersih, industri kreatif, teknologi hijau, hingga pembangunan berkelanjutan.
Sejak hari pertama, animo publik dan dunia usaha begitu tinggi. Lebih dari 15.000 pengunjung memadati paviliun hanya dalam tiga hari pertama. Fasilitas seperti ruang one-on-one meeting hingga forum bisnis skala 200 orang disiapkan untuk menjembatani komunikasi langsung antara investor dan pemilik proyek.
Salah satu momen penting terjadi dalam gelaran Bank Indonesia Week, di mana forum bisnis bertajuk “Sustainable Lifestyle and Products: Indonesia’s Commitment to a Green and Ethical Future” menjadi sorotan. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, memimpin diskusi soal gaya hidup berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Dalam forum tersebut, beberapa investor asal Jepang menandatangani Letter of Intent untuk proyek-proyek seperti:
- Bogor Tramway,
- PLTS Apung,
- Budidaya bandeng terintegrasi, dan
- Pengelolaan limbah berbasis RDF.
Tak hanya itu, Indonesia juga mempromosikan 10 proyek strategis bernilai total US$2 miliar, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas jaringan kerja sama internasional.
“Expo ini bukan hanya tentang budaya, tapi juga tentang masa depan. Tentang bagaimana kita menyampaikan pesan bahwa Indonesia siap menjadi mitra global untuk investasi yang berkelanjutan,” ujar Tirta Sutedjo, Direktur Paviliun Indonesia.
Melalui forum-forum bisnis, pertunjukan budaya, hingga instalasi edukatif, Indonesia mengirim pesan kuat: bahwa pembangunan inklusif dan kolaboratif adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Dan di Osaka, dunia menyimak dengan antusias.




























