Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

Hutama Karya Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Berat dalam Pembangunan IKN

106
×

Hutama Karya Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Berat dalam Pembangunan IKN

Sebarkan artikel ini

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi langkah besar Indonesia menuju kota masa depan yang berkelanjutan. Di balik kemegahan proyek ini, tantangan teknis dan alam tak bisa dihindari.

PT Hutama Karya (Persero), salah satu BUMN yang terlibat dalam konstruksi IKN, mengakui adanya tiga hambatan utama: curah hujan tinggi, kondisi tanah yang kompleks, serta penyesuaian anggaran.

Example 300x600

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa hujan yang sering turun di wilayah Kalimantan Timur mempersulit pengerjaan seperti pengaspalan dan pembangunan struktur, yang memerlukan kondisi cuaca kering.

Di samping itu, medan geoteknik yang beragam—dari tanah lunak hingga rawa—membuat proses pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan gedung semakin menantang.

Menurut Adjib, tantangan serupa pernah mereka hadapi dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera, dan dari pengalaman itu pula Hutama Karya mengembangkan strategi percepatan berbasis teknologi untuk menjamin penyelesaian proyek sesuai target pada 2025.

Salah satu teknologi kunci yang digunakan adalah Building Information Modeling (BIM) yang menyatukan desain dan perencanaan proyek secara digital.

Teknologi ini diintegrasikan dengan sistem mmGPS guna memastikan presisi dalam pekerjaan lapangan, termasuk di proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A Karangjoang–KKT Kariangau yang kini telah rampung 100 persen.

Hutama Karya juga melibatkan sumber daya lokal melalui pelatihan seperti Sekolah Site Operation Manager (SOM) dan program kursus singkat. Tujuannya meningkatkan keahlian teknis dan manajerial, sekaligus memastikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Dari sisi pengelolaan proyek, pengawasan ketat diterapkan untuk menjaga jadwal dan kualitas. Proyek Masjid Negara IKN misalnya, sudah mencapai 69 persen per pertengahan Juni 2025. Dengan desain ikonik menyerupai sorban, masjid ini diproyeksikan menjadi simbol spiritual di jantung ibu kota baru.

Kolaborasi dengan Kementerian PUPR, Otorita IKN, serta masyarakat setempat juga menjadi kunci untuk mengatasi persoalan klasik seperti pembebasan lahan dan fluktuasi anggaran.

Strategi ini terbukti efektif dalam mempercepat penyelesaian proyek prioritas seperti Rusun ASN 2 yang kini mencapai 94 persen dan Gedung Kemenko 2 yang telah selesai sepenuhnya.

Adjib menegaskan bahwa misi Hutama Karya bukan sekadar menyelesaikan pembangunan fisik, melainkan menciptakan infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat.

Mulai dari jalan tol yang menghubungkan wilayah, rumah sakit berstandar internasional, bandara VVIP sebagai gerbang global, hingga Masjid Negara sebagai representasi budaya bangsa.

Dengan pendekatan berbasis teknologi dan strategi percepatan yang matang, Hutama Karya optimistis seluruh proyek akan selesai tepat waktu dan tepat mutu. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan IKN sebagai kota dunia yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.