Example 325x300
Example floating
Example floating
IKN Terkini

Dampak Konflik Iran-Israel terhadap Balikpapan dan PPU, Ini Strategi Menjaga Ekonomi Penyangga IKN

92
×

Dampak Konflik Iran-Israel terhadap Balikpapan dan PPU, Ini Strategi Menjaga Ekonomi Penyangga IKN

Sebarkan artikel ini

Memanasnya konflik antara Iran dan Israel, yang kini melibatkan Amerika Serikat, menambah ketidakpastian geopolitik global. Situasi ini turut memengaruhi stabilitas harga komoditas energi seperti batubara dan minyak, yang menjadi penopang utama perekonomian dua daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyatakan risiko perlambatan ekonomi global akibat ketegangan tersebut mulai berdampak pada permintaan dan harga energi. Balikpapan, yang bergantung pada sektor tambang, serta PPU yang mengandalkan proyek konstruksi IKN, berada dalam posisi rentan.

Example 300x600

Namun, kinerja ekonomi keduanya di awal 2025 tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Balikpapan mencapai 7,97 persen secara tahunan pada kuartal pertama, naik dibanding kuartal sebelumnya.

Kontributor utamanya adalah peningkatan produksi kilang Pertamina, sektor jasa yang tumbuh berkat kegiatan MICE, serta program pemerintah yang mendorong konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, PPU tumbuh lebih cepat dengan angka 23,96 persen pada periode yang sama. Meski sedikit melambat dibanding tahun lalu, pertumbuhan ini masih ditopang oleh belanja konstruksi IKN, yang anggarannya naik signifikan dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 13,5 triliun. Efek pengganda dari pembangunan juga terlihat dari meningkatnya aktivitas UMKM lokal.

Untuk menjaga momentum tersebut di tengah tekanan global, Robi menyarankan pemerintah memperkuat belanja infrastruktur dan program pemberdayaan UMKM, serta memperluas investasi di sektor pertanian guna mengurangi tekanan inflasi. Digitalisasi juga menjadi kunci bagi UMKM agar tetap relevan di pasar.

Bagi pelaku usaha, Robi menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor, terutama ke negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Filipina. Efisiensi biaya dan penguatan inovasi juga menjadi strategi penting menghadapi ketidakpastian harga komoditas.

“Momentum pertumbuhan masih ada. Tapi perlu langkah taktis untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal di tengah dinamika global,” ujar Robi.